Habibie: Sasaran Reformasi Belum Tercapai

Category: BERITA -> POLITIK | Posted date: 2018-05-21 22:21:43 | Updated date: | Posted by: Admin


Ceknricek.com - Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie menilai, agenda reformasi telah banyak terlaksana, namun sasaran utama reformasi, yakni peradaban yang baik, belum tercapai.



Ceknricek.com - Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie menilai, agenda reformasi telah banyak terlaksana, namun sasaran utama reformasi, yakni peradaban yang baik, belum tercapai.

“Sasaran reformasi itu adalah kemajuan peradaban Indonesia, sumber daya manusia yang maju dalam iman, takwa, dan iptek, lebih baik dari negara lain," kata BJ Habibie dalam orasi Sarasehan Nasional Refleksi 20 tahun Reformasi Senin (21/5) di Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Serasehan Refleksi 20 Tahun Reformasi ini diselenggarakan Ikatan Candekiawan Muslim se Indonesia (ICMI), yang juga menghadirikan pembiacara empat anak mantan Presiden RI, yakni Yeni Wahid, Puan Maharani, Ilham Habibie, dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Habibie — pelaku utama Reformasi — menjelaskan, peradaban adalah hasil usaha dan sumber daya manusia agar kualitasnya semakin tinggi. Ini dipengaruhi oleh budaya, agama, dan kemampuan mengembangkan serta mengendalikan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Dalam 20 tahun reformasi, sasaran ini belum tercapai,” ujar Habibie.

Diakaui Habibie, agenda yang sudah terlaksana selama 20 tahun ini, antara lain, Amandemen UUD 1945, demokratisasi, otonomi daerah, penghapusan dwifungsi ABRI, pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), dan pegakan supremasi hukum.

Kualitas sumber daya manusia Indonesia, lanjut Habibie, belum sampai pada tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. "Karena itu, kita semua renungkan bagaimana kita menjalankan demokrasi. Apakah sudah berbudaya dan berkeadaban?” kata Habibie.

BJ Habibie adalah presiden pertama Indonesia setelah reformasi. Tampil mengenakan batik coklat di hadpan sekitar 300 undangan, Habibie yang baru saja sembuh dari sakit, terlihat bersemangat, sampai panitia mengingatkan jajwal waktu telah terlampaui.

Refleksi 20 tahun Reformasi, menurut Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie dalam pengantarnya, sebagai upaya mengenang kembali peristiwa dan cita-cita awal Reformasi. “Kita jangan mundur ke belakang. Transformasi politik di Indonesia harus berjalan baik dan menjadi negara demokrasi yang kuat," kata Jimly.