Kebiasaan Menyehatkan di Bulan Puasa

Category: Pengetahuan -> KESEHATAN | Posted date: 2018-05-22 15:41:54 | Updated date: 2018-05-22 03:49:05 | Posted by: Rihat Wiranto


Saat berpuasa, tubuh cenderung lemah dan berisiko terkena penyakit. Untuk menjaga agar kita tetap bugar, ada beberapa kebiasaan yang menyehatkan untuk dipraktikan sehari-hari.



Ceknricek.com - Saat berpuasa, tubuh cenderung lemah dan berisiko terkena penyakit. Untuk menjaga agar kita tetap bugar, ada beberapa kebiasaan yang menyehatkan untuk dipraktikan sehari-hari.

Berkumur dengan Antiseptik

Berkumur bisa mengurangi risiko infeksi tenggorok. Caranya, kumur antiseptik sambil menengadah lalu menghembuskan udara melalui mulut sehingga cairan antiseptik terkumur di tenggorokan. 

Berkumur mulut dan tenggorokan dianjurkan selama 30 detik. Sikat gigi secara menyeluruh hingga ke lidah, bersihkan sisa makanan dengan benang gigi, dan berkumur di mulut dan tenggorokan.

Dokter spesialis gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Fiastuti Witjaksono SpGK menjelaskan saat berpuasa itu kondisi tubuh tidak biasa. “Puasa menyebabkan daya tahan tubuh menurun, mulut dan tenggorokan kering, dehidrasi, sehingga risiko infeksi meningkat dibanding saat tidak puasa," kata Fiastuti dalam diskusi kesehatan mulut di Jakarta, Senin (21/5).  

Pelatih kesehatan dari Mundipharma Indonesia dr Mery Sulastri menyatakan sebaiknya memakai obat kumur antiseptik seperlunya. Mery menjelaskan penyebab sakit tenggorokan dikarenakan bakteri, virus, atau keduanya. 

Namun dia memaparkan hasil penelitian yang menyebutkan 85 persen penyebab sakit tenggorok adalah virus. Ia menyarankan agar menggunakan obat kumur dengan antiseptik yang dapat membunuh bakteri sekaligus virus.

Minum Air Putih Saat Sahur

Saat berpuasa sebaiknya jangan meminum minuman manis saat sahur untuk mencegah hipoglikemia atau kurangnya kadar gula dalam darah saat berpuasa.  "Jangan minum manis saat sahur, karena kadar gula jadi cepat turun sehingga pagi-pagi sudah terasa lapar dan bisa hipoglikemia," kata dr Fiastuti Witjaksono SpGK dikutip dari Antara.

Saat sahur dianjurkan makan dengan porsi lengkap dan seimbang mulai dari karbohidrat, protein nabati dan hewani, sayur dan buah, lemak atau minyak sedikit hanya untuk menumis, bisa pula ditambah susu. Dan yang paling penting ialah untuk minum air putih sebanyak dua hingga tiga gelas. 

Fiastuti menyarankan agar tidak berolahraga selepas sahur karena cairan tubuh yang ke luar lewat keringat baru akan diganti saat berbuka. Sebaiknya olahraga dilakukan sebelum atau selepas berbuka agar cairan tubuh yang hilang bisa langsung tergantikan.

Kurangi Makan Terlalu Asin

Masyarakat yang menikmati santap sahur disarankan untuk menghindari makanan yang terlalu asin karena mempercepat keluarnya cairan tubuh seperti dikatakan Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Eni Gustina dalam keterangan tertulisnya.

"Seperti halnya gula, kandungan garam tinggi juga bisa menarik cairan banyak sekali, sehingga sel-sel kita akan kekurangan cairan karena ditarik oleh garam tadi, lalu berisiko menjadi dehidrasi. Makanya, makan asin bikin kita jadi mudah merasa haus,”  kata Eni dalam keterangan tertulis.

Masyarakat yang hendak berpuasa dianjurkan memilih menu sahur yang terdiri dari makanan berprotein, karbohidrat kompleks yang tinggi serat, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayuran segar untuk membantu menjaga stamina tubuh.

Minum Manis Saat Berbuka

Untuk berbuka boleh dengan yang manis seperti teh manis, kurma, kolak, dan lainnya untuk mengganti gula darah yang mulai rendah pada sore hari. Sangat dianjurkan agar tidak meminum minuman dingin karena bisa membuat stress organ-organ tubuh dan berpotensi meningkatkan risiko infeksi. 

Selepas berbuka dan shalat maghrib bisa dilanjutkan dengan makan berat yang tentunya dengan gizi seimbang. Usai tarawih boleh mengonsumsi camilan ringan. "Kalau yang berat badannya sudah berlebih makan dua kali saja cukup. Kalau yang kurus boleh habis tarawih makan lagi," ujar Fiastuti.  

Nikmati Makanan Bertekstur Lembut

Makanan dengan tekstur keras seperti gorengan berpotensi mengiritasi organ mulut dan tenggorok yang kering karena kekurangan cairan selama berpuasa. Fiastuti menganjurkan agar berbuka dengan makanan yang lembut dan bisa juga yang berkuah seperti sup. 

Ia tidak menganjurkan berbuka dengan minuman yang dingin karena suhu cairan yang terlampau rendah bisa membuat stres organ mulut dan tenggorokan yang dapat meningkatkan risiko infeksi. 

Dia menjelaskan seseorang yang berpuasa tidak melakukan aktivitas mengunyah, sehingga organ mulut sedikit memproduksi air liur. Padahal aktivitas mengunyah dan air liur adalah mekanisme tubuh manusia dalam membuang bakteri.

Oleh karena itu bakteri di dalam mulut bisa lebih banyak pada orang yang berpuasa dibandingkan dengan yang tidak berpuasa. Bakteri yang menumpuk tersebut menyebabkan bau mulut dan bisa meningkatkan risiko infeksi.