Melanoma, Jarang Tapi Ganas

Category: BERITA -> KESEHATAN | Posted date: 2018-05-23 16:05:18 | Updated date: 2018-05-23 16:29:09 | Posted by: Rihat Wiranto


Berita kepergian Adara Taista akibat kanker kulit melanoma, cukup mengejutkan. Pasalnya, kanker ini termasuk jarang terjadi. Adara Taista yang juga menantu mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa tersebut, meninggal dunia setelah ber



Ceknricek.com - Berita kepergian Adara Taista akibat kanker kulit melanoma, cukup mengejutkan. Pasalnya, kanker ini termasuk jarang terjadi. Adara Taista yang juga menantu mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa tersebut, meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker kulit melanoma.

Adara menghembuskan nafas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Moriyama Memorial Tokyo, Jepang, Sabtu (19/5/2018). Jenazah Adara kemudian dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2018).

Adara pernah berobat di rumah sakit Abdi Waluyo, Jakarta, kemudian dilanjutkan ke Rumah Sakit khusus kanker Siloam, Semanggi, Jakarta. Untuk mencari pengobatan yang lebih baik,   Adara pun diterbangkan ke luar negeri.  Akhirnya, dokter Singapura mendeteksi adanya kanker melanoma pada tubuh Adara.

Tidak lelah-lelahnya keluarga mencari dokter yang tepat untuk mengobati Adara. Maka, Adara kemudian dibawa berobat ke Klinik Mayo, Amerika Serikat. Alasannya, di rumah sakit tersebut memiliki riset soal melanoma. “Namun selama di Mayo, kondisi Adara tidak menunjukkan hasil menggembirakan," kata Hatta. Selanjutnya, Hatta melanjutkan ikhtiarnya ke Jepang 25 April 2018. Adara akan mencoba pengobatan dengan  menggunakan gen terapi. Meski semua ikhtiar telah dilakukan, tapi Tuhan menentukanlain, dan memanggil istri dari Rasyid Rajasa tersebut ke pangkuan-Nya.

Jarang

Melanoma merupakan kanker yang jarang ditemui tapi mematikan. “Kanker ini jarang terjadi, tapi seringkali terdeteksi pada stadium lanjut,“ kata Dr. Adhimukti T. Sampurna, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin dari Bamed Skin Care.

Melanoma merupakan jenis kanker yang berkembang pada melanosit yakni sel pigmen kulit yang berfungsi sebagai penghasil melanin. ”Kanker melanoma maligna sangat mematikan karena sel melanoma menyebar jauh (metastasis) ke organ lain seperti paru, tulang belakang, otak, dan sebagainya,” kata Adhimukti, Medical Director BAMED Clinic and Pharmacy.

Sementara jenis yang sering ditemui adalah tipe acral lentiginous melanoma, Biasanya terdapat pada telapak kaki atau bawah kuku.

Ada beberapa orang yang berisiko menderita melanoma, antara lain yang mengalami trauma, memiliki vevus atau tahi lalat,  tanda lahir atipik dan multipel, Orang yang sering terpapar sinar matahari juga memiliki risiko terkena kanker kulit. “Namun jarang terjadi pada pasien Indonesia, karena mekanisme proteksi terhadap sinar matahari oleh melanin. Kulit orang Indonesia lebih gelap dan lebih banyak memiliki melanin, sehingga lebih terlindung dari sinar UV matahari,” ujar dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Stadium kanker kulit melanoma memiliki beberapa tingkatan. Stadium 0 (insitu) atau I ditandai dengan bercak gelap dengan ketebalan < 1 mm, tanpa ulserasi (luka terbuka), tanpa pembesaran kelenjar getah bening (KGB). Stadium II ditandai bercak gelap dengan ketebalan < 1 mm, dengan ulserasi, tanpa pembesaran KGB. Stadium III sama dengan seperti stadium II yang diikuti dengan pembesaran KGB. Stadium IV seperti stadium III dengan ditemukannya metastasis, yaitu penyebaran kanker dari suatu organ tubuh ke organ tubuh lain seperti ke otak, tulang, paru-paru atau hati.

Kanker Kulit

Selain melanoma masih ada jenis kanker kulit lainnya.  Dr, Ruri Pamela SpKK menyatakan    kanker kulit yang paling umum ada tiga jenis. Pertama, karsinoma sel basal, yang berasal dari sel-sel basalis di lapisan kulit. 

Kedua, karsinoma sel skuamosa yang berasal dari sel-sel di lapisan kulit paling luar. Ketiga adalah kanker kulit melanoma. "Dari ketiga jenis tersebut, kanker melanoma adalah yang paling mematikan karena paling sering menyebar ke berbagai organ lain," kata Ruri Pamela kapada ceknricek.com.

Ia menjelaskan mengapa kanker kulit bisa berujung kepada kematian. Kanker kulit adalah penyakit keganasan kulit yang bisa berasal dari sel epitel atau sel melanin (yang memberikan warna pada kulit kita). Apabila kanker menjadi ganas maka akan terjadi pembelahan tidak terkendali dari sel-sel tersebut. 

“Pada jenis tertentu kanker menyebar ke organ lain dari tubuh kita.  Hal ini dapat menyebabkan kerusakan organ dan bisa berisiko menyebabkan kematian,” kata dokter spesialis kulit di RS Dr. Suyoto. 

Penyebab kanker kulit yang terbanyak adalah paparan sinar matahari. Namun ada faktor lain yang ikut mempengaruhi munculnya kanker yaitu genetika, dan gaya hidup tidak sehat seperti merokok, dan jarang olahraga.

Ia menyatakan, ada beberapa tanda kanker kulit.  “Apabila menemukan adanya tahi lalat atau benjolan di kulit yang tidak wajar, maksudnya yang tambah lama tambah membesar, menjadi mudah berdarah, gatal, berubah warna, dan sebagainya,” ujarnya

Pengobatan kanker kulit tergantung dari luas area yang terkena, apakah sudah mengenai kelenjar getah bening dan apakah ada resiko menyebar (metastasis) ke organ lain. Pengobatan yang dilakukan mulai dari obat-obatan (chemoterapy), pengobatan dengan penyinaran (radiotherapy) atau dengan tindakan pembedahan.  

“Apabila luas area tidak ada risiko penyebaran ke organ lain, maka pengobatan umumnya efektif dan angka keberhasilan lebih tinggi,” ujar Dokter spesialis kulit di RS Dr. Suyoto Bintaro.

Penanganan kanker kulit tentu sudah bisa dilakukan di Indonesia, walaupun beberapa obat-obatan masih ada yang belum tersedia. Diantaranya dengan kemoterapi, yakni menggunakan obat-obatan yang bekerja dengan cara menghentikan replikasi dari sel kanker yang mengganas. Imunoterapi, memperbanyak sel imun dalam tubuh yang nantinya diharapkan akan membunuh sel kanker yang melekat pada kulit. Cara lain adalah dengan penyinaran dan pembedahan.

Ada beberapa cara mencegah kanker kulit. Antara lain, biasakan menggunakan tabir surya (sunscreen), lindungi selalu kulit kita dari paparan sinar matahari, dan miliki gaya hidup yang sehat.  “Seperti makan yang baik dan sehat, tidak merokok, tidak minum alkohol, berolahraga, dan kendalikan stres,” kata dokter yang menjabat Medical Director dari CELV Clinic Jakarta.

Seperti dimuat web skin cancer foundation, meskipun bukan yang paling umum dari kanker kulit, melanoma menyebabkan kematian terbanyak.  Melanoma membunuh sekitar 10.130 orang di AS setiap tahun. Sementara di Indonesia, belum ada data akurat tentang jumlah penderta kanker melanoma.