Lebih Rp 355 Milyar Disita dari 35 Tas Najib

Category: BERITA -> POLITIK | Posted date: 2018-05-24 15:33:36 | Updated date: 2018-05-24 16:46:04 | Posted by: Admin


Total uang tunai yang disita dari 35 tas milik mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, sekitar 100 juta ringgit Malaysia atau setara Rp 355 milyar. Tas-tas berisi berbagai mata uang asing itu disita dari Pavilion Residences, Bukit Bintang, Kuala Lum



Ceknricek.com - Total uang tunai yang disita dari 35 tas milik mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, sekitar 100 juta ringgit Malaysia atau setara Rp 355 milyar. Tas-tas berisi berbagai mata uang asing itu disita dari Pavilion Residences, Bukit Bintang, Kuala Lumpur, minggu lalu.

Sumber mengatakan para pejabat dari Departemen Investigasi Kejahatan Komersial Bukit Aman (JSJK) telah menyelesaikan tugas menghitung uang tunai yang disita di Kuala Lumpur, Kamis (24/5). Proses penghitungan uang tunai dimulai Senin lalu. Penyidik membutuhkan waktu lama untuk memastikan prosesnya dilakukan dengan cermat.

"Sebanyak 35 tas tunai dihitung oleh personil polisi dengan bantuan pejabat Bank Negara. Jumlah totalnya lebih dari RM100 juta," katanya sumber tersebut, seperti dikutip beritaharian online Malaysia.

Pekan lalu, polisi menyita 284 kardus di enam tempat yang ditempati Najib dan istrinya. Kardus-kardus itu antara lain berisi tas bermerek, jam tangan, perhiasan, dan uang tunai dalam berbagai mata uang. Penggeledahan di kediaman Najib tersebut bagian dari proses penyelidikan polisi pada 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Komersial, Datuk Amar Singh Ishar Singh, menolak untuk menguraikan jumlah uang yang diperiksa karena penyelidikan masih berlangsung. "Maaf, saat ini saya belum bisa memastikan jumlah uang tunai yang sudah dihitung karena penyelidikan masih berjalan.

Dalam beberapa kesempatan, Najib mengatakan, uang tunai yang disita dari Pavilion Residences itu sebagai donasi dari teman-temannya dan dimaksudkan untuk dana kampanye pemilu Barisan Nasional, koalisi politik yang sebelumnya dipimpin Najib.


Antara