Tunggu Gebrakan Perry Cegat Pelemahan Rupiah

Category: BERITA -> EKONOMI & BISNIS | Posted date: 2018-05-24 19:21:40 | Updated date: | Posted by: Rihat Wiranto


Ceknricek.com - Perry Warjiyo baru saja menggantikan Agus Martowardojo untuk menduduki kursi Gubernur Bank Indonesia. Setelah dilantik di Gedung Mahkamah Agung, Kamis (24/5), Perry langsung berhadapan dengan tugas sulit untuk menahan rupiah agar tidak tam



Ceknricek.com - Perry Warjiyo baru saja menggantikan Agus Martowardojo untuk menduduki kursi Gubernur Bank Indonesia. Setelah dilantik di Gedung Mahkamah Agung, Kamis (24/5), Perry langsung berhadapan dengan tugas sulit untuk menahan rupiah agar tidak tambah melempem.

Pelemahan rupiah memang menjadi sorotan utama saat ini, karena Indonesia masih trauma dengan krisis keuangan 1998 yang sangat menyakitkan. Masih belum hilang dari sejarah, Juni 1998, rupiah merosot hingga posisi Rp16.800 per USD. Itu adalah nilai terendah sepanjang sejarah. Padahal, setahun sebelumnya, nilai rupiah berada di Rp 2.400 per USD. Tidak ada yang menginginkan krisis keuangan datang lagi saat ini.

Tapi tak ada yang bisa menjamin rupiah akan baik-baik saja. Kecenderungannya, nilai rupiah memang merosot. Rupiah sudah melemah 4,53 persen hingga 21 Mei 2018 (year to date/ytd) dan kini berada di kisaran Rp14.100 per dolar AS, yang merupakan nilai terlemah rupiah sejak 2015.

Perry tampaknya memahami psikhologi masyarakat yang mulai cemas. Pantas saja, pernyataan pertama Perry usai pelantikan adalah berjanji untuk mengeluarkan kebijakan moneter demi menstabilkan nilai tukar rupiah. "Saya akan memprioritaskan kebijakan moneter untuk menstabilkan kurs rupiah dengan kombinasi kebijakan suku bunga dan intervensi ganda," ujar Perry dalam pernyataan pertamanya setelah dilantik di Mahakamah Agung, Jakarta, Kamis (24/5).

Akibat rupiah menurun, Bank Indonesia sudah menggelontorkan dolar ke pasar. Bank Indonesia  sudah menghabiskan Rp50 triliun untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) sejak awal tahun, termasuk di dalamnya sebesar Rp13 triliun pada Mei 2018 ini. Intervensi itu untuk meredakan gejolak di pasar SBN karena  investor mulai menarik modal dari Indonesia, menyusul naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih menguntungkan.

Untuk mengatasi masalah itu, Perry tak bisa sendirian. Dalam waktu dekat, ia akan memanggil perbankan yang aktif dalam pengelolaan devisa untuk menenangkan dan mensosialisasikan kebijakan moneter. "Saya juga akan memperkuat koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan. Saya juga akan aktif berkomunikasi dengan perbankan, misalnya untuk membenarkan banyak mispersepsi," ujar dia.

Suku bunga acuan BI "7-Day Reverse Repo Rate" saat ini sebesar 4,5 persen yang pada Mei 2018 ini baru mengalami kenaikan 0,25 persen, setelah sembilan bulan terkakhir dipertahankan di 4,25 persen.

Tunggu Gebrakan

Menteri Keuangan Sri Mulyani menunggu gebrakan  Perry Warjiyo. "Kita berharap gubernur yang baru bisa lebih memberikan kontribusi pada stabilitas ekonomi nasional dan sistem keuangan. Kita tunggu gebrakan yang akan dilakukan," ujar Sri Mulyani.  

Menurut Sri Mulyani, saat ini memang perlu ada kebijakan moneter yang tepat untuk merespons gejolak nilai tukar rupiah yang terus mengalami pelemahan sehingga dapat memberikan sentimen positif. Perry diyakini mampu melakukan hal tersebut. "Sistem keuangan harus terjaga. Kita harap gebrakannya berdampak positif," katanya.

Menurut Menkeu, Perry Warjiyo adalah sosok yang kredibel dan bisa memberikan kepemimpinan yang menenangkan pelaku pasar. Ia pun siap bekerja sama dengan Perry. "Saya siap bekerja sama secara penuh. BI dan pemerintah akan terus melakukan kebijakan merespons kondisi yang ada dan cepat termasuk melakukan tindakan penyesuaian," ujar Menkeu.

Ia menambahkan saat ini pemerintah dan BI sedang fokus pada stabilitas sehingga tidak menimbulkan situasi ekonomi yang dianggap tidak berkelanjutan. "Jadi, fokus bersama pemerintah dengan BI yaitu menciptakan suatu stabilitas dalam menjaga keberlangsungan dari seluruh upaya-upaya pembangunan," kata Sri Mulyani.

Pengamat ekonomi dari Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara menyatakan, stabilisasi nilai tukar rupiah memang menjadi tugas penting Perry. Jika rupiah melemah hingga Juni serta ruang kenaikan bunga acuan masih memungkinkan, Bhima menyarankan BI bisa naikan 25 bps lagi 7days repo.

Bauran kebijakan lain adalah mendesak terbitnya Perpu UU Lalu Lintas Devisa no.24/ 1999. Poin Perpu adalah mewajibkan eksportir untuk menahan devisa hasil eskpor minimum 6 bulan di bank domestik. Tujuannya untuk  memperkuat devisa ekspor. “Cara ini efektif untuk meredam pelemahan nilai tukar di Thailand,” katanya kepada ceknricek.com.

BI juga diminta menjaga  inflasi agar tetap rendah dengan berbagai bauran kebijakan serta koordinasi lintas stakeholder. Salah satu hal yang bisa dilakukan BI adalah memperkuat koordinasi Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). “Pemerintah daerah harus berperan aktif menjaga pasokan dan harga pangan terutama di bulan Ramadhan dan Lebaran. “ katanya.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, BI tak bisa sekadar bermain aman dengan mengutak-atik instrumen moneter agar stabilitas keuangan terjaga. “Sebagai contoh BI perlu merelaksasi loan to value agar DP kredit rumah dan kendaraan bermotor bisa lebih murah lagi. Ujungnya pertumbuhan kredit naik, industri naik dan perekonomian bisa tumbuh di atas 5,1%,” katanya.

Perry Warjiyo sendiri mengakui menyebutkan pertumbuhan ekonomi domestik sepanjang 2018 belum bisa menyentuh 5,3 persen (tahun ke tahun/yoy). "Memang kita mau lebih tinggi, tapi ada beberapa aspek ekonomi domestik yang belum bisa mendorong sampai 5,3-5,4 persen. Namun 5,2 persen itu cukup baik," kata Perry yang menghabiskan lima tahun terakhirnya sebagai Deputi Gubernur BI.

Bank Sentral ingin menjangkau  pertumbuhan ekonomi tahun ini di rentang 5,1-5,5 persen (yoy). Namun hingga kuartal I 2018 pertumbuhan ekonomi baru mencapai 5,06 persen (yoy), dengan masih melambatnya pertumbuhan konsumsi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasuition menilai  Perry Warjiyo sebagai sosok monetaris yang juga peduli terhadap pengembangan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

"Dia kan sekolahnya, PhD-nya, moneter. Tapi selain itu, dia bukan sekedar monetaris, tapi ia juga punya perhatian sama UKM. Di internal BI dia juga perhatian sama pegawai, jadi menurut saya orangnya cukup komplit," ujar Darmin.

Darmin juga menuturkan, Gubernur BI kini akhirnya ada pejabat karir BI lagi setelah terakhir Syahril Sabirin menjadi Gubernur BI 1998-2003. "Sudah lama sebenarnya Gubernur BI itu orang luar. Sekarang ini menariknya gubernurnya pejabat karir, jadi sudah ngelotok ilmunya," kata Darmin.

Darmin yang juga sempat menjabat sebagai Gubernur BI 2010-2013 itu mengharapkan  Perry Warjiyo bisa bekerja sama dengan pemerintah secara lebih baik.