Bercanda “Hina” Jokowi, Minta Maaf Saja Cukup

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-05-24 19:40:10 | Updated date: 2018-05-24 21:32:50 | Posted by: Rihat Wiranto


Ceknricek.com - Seorang remaja yang diduga menghina Presiden Joko Widodo sebaiknya tidak dihukum. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyarankan remaja S (16) yang dituduh menghina dan mengancam Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui media sosial se



Ceknricek.com - Seorang remaja yang diduga menghina Presiden Joko Widodo sebaiknya tidak dihukum. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyarankan remaja S (16) yang dituduh menghina dan mengancam Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui media sosial semestinya cukup diberi sanksi meminta maaf kepada publik. "Meminta maaf kepada publik merupakan sanksi yang proporsional," kata Ketua KPAI Susanto di Polda Metro Jaya, Kamis (24/5).

Susanto mengatakan sanksi meminta maaf kepada publik sebagai hukuman yang tepat lantaran S berusia di bawah umur. Penyampaian permohonan maaf kepada publik dinilai Susanto akan berdampak terhadap remaja lain agar tidak mencontoh aksi S. Susanto mengajak masyarakat melihat kasus yang melibatkan S secara utuh karena bermotifkan bercanda dengan lima teman sekolahnya. "Yang bersangkutan (S) juga bersedia menyampaikan permohonan maaf dan mengajak remaja lain agar tidak menirukan perbuatannya," tutur Susanto.

Sebelumnya, tersebar rekaman video seorang lelaki tanpa baju menyampaikan pesan bernada ancaman terhadap Jokowi melalui akun Instagram "@jojo_ismyname" pada Rabu (23/5). Video berdurasi 19 detik itu menunjukkan ungkapan tantangan seorang pria seraya memegang bingkai foto Jokowi.

Petugas Polda Metro Jaya mengamankan S di rumahnya kawasan Kembangan Jakarta Barat pada Rabu (23/5). Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis.

Argo menuturkan polisi belum meningkatkan status hukum S lantaran masih proses penyelidikan terkait dugaan ancaman terhadap Jokowi. Diungkapkan Argo, polisi telah memeriksa S terkait ucapan ancaman terhadap Jokowi pada Rabu (23/5).Dari hasil pemeriksaan sementara, S mengaku tidak berniat menghina dan mengancam Kepala Negara itu.

Kepada penyidik, S mengatakan bercanda dan berlomba bersama dengan lima orang teman sekolahnya. Kemudian S juga menyesali perbuatannya dan tidak menyangka tindakan itu akan terkait proses hukum.


Antara