Alasan Lola Amaria Garap Film Lima

Category: Berita -> FILM, MUSIK & SELEBRITIS | Posted date: 2018-05-24 22:36:56 | Updated date: | Posted by: Raynaldi Wahyu


Ceknricek.com - Lola Amaria menggandeng empat sutradara Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Adriyanto Dewo, dan Harvan Agustriansyah untuk menggarap film layar lebar berjudul Lima. Menceritakan tentang setiap sila dalam Pancasila.



Ceknricek.com - Lola Amaria menggandeng empat sutradara Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Adriyanto Dewo, dan Harvan Agustriansyah untuk menggarap film layar lebar berjudul Lima. Menceritakan tentang setiap sila dalam Pancasila.

Lola Amaria ingin mengangkat kembali nilai-nilai Pancasila yang belakangan sempat pudar, apalagi dengan sejumah serangan terorisme belum lama ini. Sebagai sutradara kondang, ia meramu hal tersebut lewat sebuah visual yang menghibur.

"Film ini kan sebenarnya nilai-nilai Pancasila yang divisualkan ke dalam sebuah film. Dan dari film itu kita berharap semua orang bisa berperilaku kembali ke nilai-nilai di semua sila yang terkanding di sana," ungkap Lola usai press screening Lima di XXI Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Lola Amaria menganggap bahwa nilai yang terkandung dalam Pancasila sudah mencakup keseharian. Pondasi NKRI yang mampu menyatukan bangsa dengan berbagai keberagaman.

"Karena sebenarnya kalau lima-limanya itu diterapkan di kehidupan sehari-hari, enggak akan ada hal negatif yang kita lihat akhir-akhir ini," tambah Lola Amaria.

Selain itu, alasan Lola Amaria menggarap film tentang Pancasila karena ada hal spesial dan misi positif yang ingin ditularkan olehnya. Meskipun awalnya ia sempat ragu untuk memproduksi film Lima bersama rumah produksi Lola Amaria Production.

"Awalnya sempat mikir, ‘kayaknya susah deh’. Tapi kalau satu sila dibuatkan satu film biayanya mahal, kalau lima sila dalam satu film, susah ya. Sampai ketemu dan ngobrol sama semua sutradara akhirnya jadi konsepnya dan ya berhasil," jelas Lola.

Film Lima dibintangi oleh oleh Prisia Nasution, Yoga Pratama, Tri Yudiman, Baskara Mahendra, dan Dewi Pakis. Rencananya film ini akan tayang serentak di bioskop Tanah Air pada 31 Mei 2018 mendatang, tepat sehari sebelum Hari Pancasila.

"Pas banget XXI ngasih tangal 31 Mei dan kebetulan juga tahun ini itu 20 tahun peringatan tragedi 1998. Kami dari awal memang menyinggung hal-hal itu tapi tidak dikonsepkan sampai sejauh itu. Kalau tayang dekat hari Pancasila itu memang iya, tapi semua berpikirnya film kan ada nasibnya masing-masing, kalau enggak bagus ya gimana," tutup Lola Amaria.