Cara Liverpool Jegal Ronaldo

Category: Berita -> OLAHRAGA | Posted date: 2018-05-26 08:45:35 | Updated date: | Posted by: Rihat Wiranto


Menjelang laga final Liga Champions, antara Real Madrid melawan Liverpool, perhatian penonton tertuju kepada Cristiano Ronaldo dan Mohammad Salah. Laga yang akan berlangsung di Kiev, Ukraina, Sabtu (27/5)



Ceknricek.com - Menjelang laga final Liga Champions, antara Real Madrid melawan Liverpool, perhatian penonton tertuju kepada Cristiano Ronaldo dan Mohammad Salah. Laga yang akan berlangsung di Kiev, Ukraina, Sabtu (27/5) itu akan menjadi laga pembuktian Salah atau Ronaldo yang terhebat saat ini.

Legenda Liverpool Mark Lawrenson mengatakan satu-satunya cara untuk menghentikan Cristiano Ronaldo adalah memastikan bintang Real Madrid tidak mendekati bola.

Ronaldo,  berusia 33 tahun itu tampil buruk di awal musim  2017-18, tetapi benar-benar hebat lagi  di paruh kedua musim ini saat ia membawa Madrid ke final Liga Champions.

Ronaldo telah mencetak 44 gol dalam 43 penampilan di semua kompetisi dengan 15 gol diantaranya  dicetak di Champions Eropa.

Lawrenson minta Liverpool mengisolasi mantan bintang Manchester United itu untuk membuatnya tidak berkutik.
"Hentikan Ronaldo agar tidak mendapatkan bola, saya pikir itulah cara untuk menghentikannya," kata Lawrenson pada Goal.

Ronaldo adalah pemain yang dimanjakan pemain lain. "Ia tidak berkeliaran di antara bek tengah atau mengejar bek tengah untuk mendapatkan bola. Pemain Madrid  akan menyuplai bola kepada  Ronaldo  dan kemudian ia beraksi sedikit untuk mencetak gol. Ronaldo tak perlu mengejar pemain lawan untuk merebut bola. 

Sedangkan, Salah, [Robert] Firmino dan [Sadio] Mane bekerja sangat keras dalam mencoba untuk mendapatkan bola kembali.

Ronaldo telah tampil di level tertinggi selama hampir satu dekade sekarang, sedangkan  Salah belum berpengalaman di level tinggi.Lawrenson percaya bahwa Salah masih memiliki waktu  untuk mencapai level yang sama.
"Orang-orang telah membandingkan Ronaldo dan Salah, tetapi Anda tidak dapat membandingkan keduanya," tambahnya.

Laga Penting
Bagi Liverpool dan Madrid, ini laga final sangat penting. Liverpool akan berusaha meraih piala  untuk keenam kalinya jika mereka menang.
Real akan mencetak sejarah baru jika  mengangkat trofi untuk musim ketiga berturut-turut.

"Tidak ada yang mengharapkan kami berada di sini, “ kata Jurgen Klopp, manajer Liverpool.

"Klub ini memiliki DNA-nya yang benar-benar dapat digunakan untuk hal-hal besar," kata Klopp.

"Saya cukup yakin, di detik sebelum pertandingan, Real Madrid akan lebih percaya diri daripada kami tetapi pertandingan tidak berakhir di detik itu, itu hanya dimulai.”

"Saya sangat senang berada di sini bersama pemain. Mereka berjuang sangat sulit untuk berada di sini. Mereka pantas mendapatkannya. Saya benar-benar bangga."

Sementara Real Madrid berusaha menjadi tim pertama sejak Bayern Munich (1974-1976) untuk memenangkan kompetisi tiga tahun berturut-turut.

Namun, Zidane menyatakan kali ini timnya tidak diunggulkan saat  melawan Liverpool.

Real berusaha mempertahankan piala, dan Ronaldo akan menjadi pemain pertama yang memenangkan kompetisi lima kali di era Liga Champions.

"Dia hidup untuk pertandingan ini, untuk bermain dalam pertandingan ini" kata Zidane mengomentari Ronaldo. "Begitulah kehidupannya. Itulah yang membuatnya berdetak."

Keunggulan Madrid terletak pada pengalaman para pemainnya.  Tujuh belas pemain Real Madrid telah bermain di final Liga Champions. Sedangkan tidak satu pun pemain Liverpool pernah  bermain semenit pun di final Champions.

Real memiliki sisi yang lebih baik, pemain yang lebih baik, pengalaman yang lebih baik. Tapi Liverpool bisa saja menang. Menit-menit pertama akan menjadi sangat penting. Jika mampu mengagetkan Madrid di awal laga, permainan akan menjadi milik The  Reds.