Strategi Sri Mulyani Perkuat Rupiah

Category: Berita -> EKONOMI & BISNIS | Posted date: 2018-05-26 15:46:48 | Updated date: 2018-05-26 16:03:05 | Posted by: Rihat Wiranto


Ceknricek.com - Mata uang Rupiah melembek beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menggelisahkan banyak kalangan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan mengatasi pelemahan rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) ters



Ceknricek.com - Mata uang Rupiah melembek beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menggelisahkan banyak kalangan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan mengatasi pelemahan rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) tersebut.

"Pemerintah bersama-sama Bank Indonesia akan terus menjaga mata uang rupiah," katanya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (26/5).

Ia mengatakan beberapa strategi sudah dilakukan oleh Bank Indonesia salah satunya adalah dengan menaikkan suku bunga.

"Langkah ini diharapkan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sedangkan dari pemerintah akan menjaga disiplin APBN," katanya dikutip dari antara.

Menurut dia, seluruh pihak harus meminimalisasi gejolak agar seluruh ekonomi berjalan dengan risiko yang makin ketat.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih fluktuatif di level Rp14.100/dolar AS. Artinya, angka ini melebihi target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp13.400/dolar AS.

Menteri Keuangan Sri Mulyani  mengatakan faktor utama penyebab melemahnya nilai tukar rupiah adalah kebijakan ekonomi pemerintah dan bank sentral AS terkait perbaikan data ketenagakerjaan dan inflasi di Amerika Serikat.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo langsung menyiapkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) tambahan pada 30 Mei 2018 untuk menentukan kebijakan terkait dengan kondisi ekonomi terkini dan prospek ke depan.

"Bank Sentral memutuskan untuk mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan tambahan pada hari Rabu, 30 Mei 2018," demikian keterangan resmi BI yang diumumkan di Jakarta, Jumat malam.

RDG bulanan tambahan ini merupakan pertemuan resmi bulanan pertama bagi Dewan Gubernur BI yang dipimpin langsung oleh Perry Warjiyo. Perry baru 2 hari memegang penuh kendali Bank Sentral setelah resmi dilantik menggantikan Agus Martowardojo.

Pada Jumat siang, Perry mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan untuk menggelar RDG sebelum jadwal reguler bulanan jika Bank Sentral harus cepat menerbitkan kebijakan untuk merespons kondisi ekonomi terkini. Hal itu seperti janjinya untuk menerapkan kebijakan moneter yang antisipatif (ahead the curve), dan bersifat mendahului (pre-emptive).

"Kemungkinan itu ada untuk melakukan RDG sebelum 27 juni sejalan dengan saya akan lebih 'preemptive' dalam penyesuaian suku bunga," ujar dia kepada media.

Mata uang rupiah sendiri ditutup menguat pada perdagangan Jumat (25/5) di level 14.103 per penguatan dolar AS dari tingkat 14.148 sebelumnya.