Pesan di Bungkus Makanan Bisa Kampanyekan Hidup Sehat

Category: Pengetahuan -> IDE & MASA DEPAN | Posted date: 2018-05-27 17:55:58 | Updated date: 2018-05-27 18:01:27 | Posted by: Rihat Wiranto


Saat ini kita sudah terbiasa melihat pesan negatif yang terpampang dalam bungkus rokok. Biasanya di bungkus rokok tertempel gambar tentang organ yang rusak akibat



Ceknricek.com - Saat ini kita sudah terbiasa melihat pesan negatif yang terpampang dalam bungkus rokok. Biasanya di bungkus rokok tertempel  gambar tentang organ yang rusak akibat. Dengan demikian, perokok diharapkan akan meninggalkan kebiasaan merokok.

Para peneliti di Australia membuat uji-coba pemasangan pesan di bungkus makanan. Pesan yang ditempel bisa berupa ancaman akan bahaya makanan tersebut atau informasi positif  atas manfaat gizi yang di kandungnya.   

Pesan kesehatan grafis yang serupa dengan yang digunakan pada bungkus rokok bisa menjadi cara efektif untuk memilih makanan. Sebuah penelitian menyebutkan pemberitahuan tentang bahaya dan manfaat makan bisa sangat membantu konsumen. Penelitian menarik ini dilaporkan dalam jurnal NeuroImage: Clinical and Appetite.

Salah satu penulis studi, Stefan Bode dari University of Melbourne menyatakan pihaknya meneliti terhadap 96 orang. Dr Bode dan rekan menunjukkan gambar makanan ringan, seperti keripik, cokelat, kacang, buah-buahan dan sayuran untuk 96 orang lapar.

Para peserta studi diminta untuk menilai seberapa besar mereka ingin makan setiap makanan di akhir percobaan.

Kemudian mereka diperlihatkan peringatan kesehatan. Beberapa peringatan hanya berupa teks; yang lain memiliki gambar. Beberapa memiliki pesan negatif, seperti "makan makanan manis meningkatkan risiko kerusakan gigi".

Sementara yang lain menggunakan pesan positif: "menjaga berat badan yang sehat mengurangi risiko penyakit jantung".

Setelah mereka melihat peringatan, para peserta memiliki kesempatan lain untuk menilai satu set makanan ringan yang serupa.

Para peneliti menemukan bahwa menggunakan gambar yang dikombinasikan dengan pesan negatif adalah cara paling efektif untuk membujuk orang untuk menghindari pilihan tidak sehat dan memilih makanan lebih sehat.

Sementara pesan positif dengan gambar lebih efektif daripada pesan teks saja.

Para peneliti juga memantau aktivitas otak para peserta dengan elektroda.

Dr Bode mengatakan ada hubungan antara melihat label peringatan dengan  mengaktifkan kontrol diri mereka, daripada bertindak berdasarkan dorongan hati. "Kami sangat bersemangat untuk menindaklanjuti dan melihat bagaimana ini terjadi."

Dalam kasus peringatan  tentang bahaya merokok banyak terpampang di bungkus. Tapi tidak mudah untuk memprediksi bagaimana orang akan menanggapi pesan-pesan kesehatan dalam kehidupan nyata, kata Simone Dennis dari Australian National University dikutip dari ABC News.

Profesor Dennis, yang telah meneliti keefektifan peringatan kesehatan pada bungkus rokok, mengatakan orang-orang menciptakan berbagai solusi, seperti menyimpan rokok di tas mereka sehingga mereka tidak perlu melihat kemasannya.

Sebuah label di bagian bawah tubuh di kamar mayat, dengan teks 'diet tidak sehat dapat mempersingkat hidup Anda'.

Profesor Dennis bertanya-tanya apakah orang-orang tidak melihat kemasannya agar tidak terpengaruh pesan.  Atau, konsumen  menaruh makanan ke dalam wadah yang berbeda untuk menghindari melihat peringatan kesehatan.

Penelitian tentang rokok juga menunjukkan peringatan kesehatan kurang efektif dalam kelompok sosial ekonomi rendah dan komunitas Aborigin di  Australia.

"Nilai kesehatan kelas menengah tertendi  tidak beresonansi dengan cara yang sama di kelas bawah,.

Profesor Dennis juga mengatakan bahwa nilai kejutan dari pesan kesehatan negatif memiliki tanggal kedaluwarsa.

Dr Bode berharap penelitiannya akan melihat pesan peringatan kesehatan menjadi bagian dari strategi untuk membantu orang memilih  makanan sehat.

Tapi, dia mengakui, masih ada lagi yang perlu  diketahui tentang apa yang terjadi di otak orang ketika mereka melihat pesan.

Selain itu.  kekuatan sebuah pesan juga tidak berlangsung selamanya. Ada unsur kadaluarawa dalam sebuah pesan.

Perlu penelitian lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan tersebut.