Alasan Anies Jual Saham Bir

Category: Berita -> EKONOMI & BISNIS | Posted date: 2018-05-28 10:39:43 | Updated date: | Posted by: Marah Sakti Siregar


SATU lagi janji kampanye mau dipenuhi. Maka pemerintah provinsi DKI pun segera melepas sahamnya di perusahaan bir PT Delta Jakarta.”Surat permohonan sudah kami sampaikan ke DPRD Provinsi DKI,” kata Gubernur Anies Baswedan kepada ceknricek.com, Sabtu siang



Ceknricek.com - SATU lagi janji kampanye mau dipenuhi. Maka pemerintah provinsi DKI pun segera melepas sahamnya di perusahaan bir PT Delta Jakarta.”Surat permohonan sudah kami sampaikan ke DPRD Provinsi DKI,” kata Gubernur Anies Baswedan kepada ceknricek.com, Sabtu siang, 26/5/18.

Dia kemudian menjelaskan alasan pelepasan 26,2% saham pemrov DKI di PT Delta Jakarta. “Setelah kami hitung, valuasi nilai saham itu bisa bekisar Rp 1,2 triliun. Cukup besar. Dana itu bisa lebih besar manfaatnya jika dipakai untuk memenuhi beberapa kebutuhan masyarakat Jakarta.”

Misalnya, membangun sekolah, fasilitas air bersih dan fasilitas kesehatan. Desakan kebutuhan tersebut, kata Anies,  lebih tinggi skala prioritasnyas. Ketimbang setoran deviden PT Delta ke kas Pemrov DKI yang besarnya antara Rp 40 milyar sampai Rp 50 milyar setiap tahun.

Langkah mengabaikan penerimaan deviden tahunan itulah yang dikritik CBA (Center for Budget Analysis), lembaga swadaya masyarakat yang aktif mengeritisi dan menginvestigasi ihwal pembiayaan dan keuangan lembaga dan badan usaha negara. “Pemrov DKI akan menerima kerugian tidak ternilai, jika sampai melepas sahamnya di PT Delta Jakarta,” ujar Uchok Sky Khadafi, Direktur CAB.

Rilis CAB juga menyebutkan bahwa kondisi bisnis PT Delta saat ini sedang bagus. Labanya terus meningkat. Tahun 2015 laba kotor: sekitar Rp 465, 2 milyar, tahun 2016 naik tajam menjadi Rp 540, 8 milyar dan tahun lalu naik lagi ke angka Rp 574,2 milyar.

Melihat data bagus itu, Uchok mempertanyakan rencana gubernur dan wakil gubernur terpilih Anies/Sandi, serius mau melepas seluruh saham pemrov DKI. “Tidak perlu dan tidak mendesak menjual saham itu,” kata Uchok.

Pendapat senada dikemukakan anggota Fraksi Nasdem di DPRD DKI Bestari Barus. Ia mengatakan belum begitu jelas apa sebenarnya alasan Anies/Sandi hingga  mau menjual saham tersebut. Bestari menambahkan selain dia, banyak anggota Dewan di DKI juga belum tahu rencana penjualan saham itu. DPRD DKI masih akan mempelajari usulan pemrov DKI melepas semua sahamnya di PT Delta.”Bisa juga kami nggak setuju nanti.”.

PT Delta Jakarta adalah  perusahaan publik sejak 1984. Ia memproduksi berbagai merek minuman. bir. Yang paling populer Anker Bir. Selain aneka merek bir lain: Stout, Mig Light, Carlsberg, Kuda Putih, Sodaku dan lain-lain. Selain pemrov DKI, pemegang saham lainnya adalah perusahaan bir terkenal yang bermarkas di Filipina, bernaung dalam Grup San Miguel. Besarnya 58, 3 %. Lalu ada pemegang saham publik sebesar 15,4 %.

Sejatinya, perusahaan ini adalah hasil nasionalisasi menjadi PMA (Penanaman Modal Asing) sesuai aturan UU PMA no 1 tahun 1967. Sebagian sahamnya kemudian diserahkan kepada pemda DKI.

Ketika berdiri sekitar tahun 1932, namanya: Arvhipel Brouverij NV. Milik seorang Jerman.

Perusahaan ini lalu dibeli seorang pengusaha Belanda yang kemudian mengganti nama perusahaan itu menjadi NV De Oranje Brouwerij. NV ini kemudian ikut masuk dan beroperasi di Jakarta sebelum kemerdekaan RI.

Setelah beberapa tahun menjadi PMA, pada seputar tahun 1970 perusahaan itu mengubah namanya menjadi PT Delta Jakarta. Tahun 1984 perusahaan ini go publik alias masuk bursa untuk mendapatkan modal dalam rangka ekspansi usaha. Tahun 1990 pemegang saham Belanda melepas sahamnya ke grup usaha bir besar di Filipina: San Miguel Group.

Sejak itu hingga kini jalan usahanya berjalan lancar. Setiap tahun terus meraih laba. Mungkin karena penggemar bir di Jakarta juga terus bertambah. Faktor bir ini dan ekses negatif dunia malam dan hiburan sempat jadi obyek sorotan di masa pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2014 lalu. Kalangan ulama dan ummat Islam cukup terganggu pada perkembangan dunia malam dan hiburan di Jakarta. Termasuk maraknya bisnis minuman keras (miras), narkoba dan prostitusi.

Mereka bersepakat mendukung Anies/Sandi kala itu asal berkomitmen. Jika terpilih nanti Cagub/Cawagub: Anies/Sandi komit menertibkan praktik kehidupan malam dan dunia hiburan. Misalnya, praktik prostitusi terselubung yang marak di pelbagai hotel di Jakarta. Salah satu yang diam-diam direstui gubernur lama:Hotel Alexis. Harus ditutup. Demikian juga miras.

Bisnis bir dikategorikan miras, di mana pemrov ikut berkongsi di PT Delta Jakarta. Itu juga harus disetop. Anies/Sandi setuju dan bersedia memenuhi semua tuntutan para pendukungnya.     Konsekuensi janji kampanye itulah agaknya yang kini mau direalisasikan. “Proyek reklamasi sudah kami hentikan. Hotel Alexis juga sudah,” ujar Anies Baswedan.

Sekarang, giliran perusahan bir Delta? Gubernur Anies tak menyebut alasan memenuhi janji kampanye. Dia lebih melihat pada prioritas manfaat aset itu untuk masyarakat Jakarta. Lebih baik melepas saham untuk dapat dana besar segera, mumpung kinerja PT Delta Jakarta lagi berkibar bagus.

Unit usaha itu, katanya,  bukan gagasan usaha orisinal pemrov. Ia dimiliki karena ada program nasionalisasi. Jadi jejak sejarah pendiriannya kurang begitu mengakar kuat seperti unit usaha pemrov DKI lainnya. Jadi, tak ada hal prinsip yang dilanggar jika unit usaha itu dilepaskan kepada swasta.

Pemrov nanti akan menunjuk satu konsultan yang akan melakukan divestasi agar bisa memperoleh harga jual lebih yang lebih tinggi.

Ada calon pembelinya?

“Sudah ada beberapa calon pembeli yang berminat,” katanya, sambil senyum optimistis.