Rakyat Patungan Bayar Utang, Nurul Izzah Menangis

Category: Berita -> INTERNASIONAL | Posted date: 2018-05-28 10:55:23 | Updated date: 2018-05-28 11:16:20 | Posted by: Admin


“Saya sangat tersentuh. Ada orang yang membuka hatinya untuk mengumpulkan uang membayar utang pemerintah,” ujar Nurul Izzah.



“Saya sangat tersentuh. Ada orang yang membuka hatinya untuk mengumpulkan uang membayar utang pemerintah,” ujar Nurul Izzah.

Ceknricek.com - Nurul Izzah, putri Anwar Ibrahim, tidak kuasa membendung air matanya. Di sudut matanya, air meleleh dan jatuh satu-satu. Tidak pernah  Nurul Izzah menangis di depan publik, bahkan ketika ayahnya dahulu dipenjara. “Saya bangga menjadi warga negara Malaysia,” kata Nurul Izzah dengan suara yang tertahan.

Suasana emosional ini terjadi ketika Nurul Izzah diwawancarai Sinar Harian, Ahad (27/6), dalam program PRU14: Manifestasi Kemarahan Rakyat atau Kesadaran Pemilih. “Maaf, saya sangat terharu, saya sedikit emosional," katanya, seperti dilaporkan Malaysiakini.

Nurul menangis bukan karena hasil Pemilihan Raya Umum (PRU) yang mengantarkan ibunya, Wan Azizah Wan Ismail menjadi wakil perdana menteri dan ayahnya bebas dari penjara, melainkan karena rakyat Malaysia ikut urunan membayar utang pemerintah yang mencapai 1 triliyun ringgit atau sekitar Rp 3.500 triliyun.

Pada 22 Mei lalu, Perdana Menteri Mahathir Mohammad mengungkapkan utang Malaysia saat ini lebih dari RM1 triliun atau 65 persen dari produk domestik bruto. Dalam sidang kabinet pertama, Mahathir mengumumkan pemotongan 10 persen gaji seluruh menteri.

“Keuangan negara disalahgunakan,  kami menghadapi kesulitan melunasi utang yang telah meningkat menjadi RM 1 triliun. Kami tidak pernah mengalami masalah ini sebelumnya.," kata Mahathir seperti dilaporkan Reuters.

Kondisi keuangan Malaysia itu, mengetuk hati rakyat. Melalui situs crowdfunding, mereka memulai kampanye pengumpulan dana untuk ikut membayar utang tersebut. Kampenye bertajuk “Tolong Bantu Malaysia!" menargetkan dana  sebesar 100.000 dolar AS hingga 31 Juli. Dukungan rakyat pada pemerintah inilah yang menyebabkan Nurul Izzah menangis di hadapan publik.

“Saya sangat tersentuh. Ada orang yang membuka hati mereka untuk mengumpulkan uang  membayar utang pemerintah,” ujar Nurul, yang kini menjadi anggota parlemen dari Pematang Pauh.

Utang yang sangat besar itu pula mendorong Mahathir mengkaji ulang sejumlah proyek infrastruktur,  antara lain proyek kereta api yang sudah disepakati dengan pemerintah China. Reuters melaporkan, proyek kereta Link East Coast Rail senilai 13,82 miliar dolar AS itu bagian dari kesepakatan One Belt and One Road  (OBOR) dengan China.

Pada masa kampanye PRU, Mahathir berkali-kali mengkritisi investasi China, yang menurutnya akan menjadi beban negara. Mahathir juga menilai, investasi itu lebih menguntungkan China, karena pekerja dan peralatan semua dari China.

Soal utang, mantan PM Najib Razak pekan lalu beraksi atas tudingan Mahathir. Najib mengingatkan pemerintah seharusnya tidak mencampuradukkan politik dan fakta. “Ini akan menciptakan keraguan pada kredibilitas dan profesionalisme negara," ujar Najib dalam unggahan Facebook-nya, Rabu malam (23/5).

Menurut Najib, pengumuman pemerintah yang mengatakan rasio utang pemerintah terhadap PDB 65 persen, akan mengganggu pasar keuangan, lembaga pemeringkat kredit, dan kepercayaan investor di Bank Negara Malaysia.

“Pernyataan (Mahathir) dapat mengakibatkan arus modal investor asing keluar sangat besar yang menyebabkan ringgit melemah,” tulis Najib. “Berhentilah berpolitik, penuhi janji Anda mensejanterakan rakyat.”


Antara