Misteri KTP-E Tercecer, KPK Bantah Barang Bukti

Category: Berita -> EKONOMI & BISNIS | Posted date: 2018-05-28 13:51:44 | Updated date: 2018-05-28 13:52:13 | Posted by: Admin


Ribuan KTP elektronik (KTP-e) yang tercecer di Bogor, menjadi misteri. Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menyebutkan, KTP-e itu rusak/invalid. Hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah bahwa KTP tercecer itu merupakan barang



Ceknricek.com - Ribuan KTP elektronik (KTP-e) yang tercecer di Bogor, menjadi misteri. Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menyebutkan, KTP-e itu rusak/invalid. Hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah bahwa KTP tercecer itu merupakan barang bukti KPK.

"Terkait dengan informasi yang beredar di publik adanya pernyataan pihak Kemendagri bahwa sejumlah KTP yang jatuh di daerah Bogor adalah barang bukti KPK, kami tegaskan hal tersebut tidak benar," keta Juru Bicara Komisi KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (28/6).

Febri mengaku sudah melakukan pengecekan ke penyidik bahwa sejumlah KTP tersebut bukan salah satu alat bukti yang digunakan KPK dalam kasus yang sedang berjalan. "Sejauh ini seluruh barang bukti yang dibutuhkan sudah disita dan sudah diajukan ke persidangan untuk kasus yang sudah di pengadilan dan dalam penguasaan penyidik jika dalam proses penyidikan," tuturnya.

Aparat Kepolisian Resor Bogor sudah mengamankan kartu-kartu tanda penduduk elektronik (KTP-e) yang tercecer di Jalan Raya Salabenda, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/5).

"Itu rencananya akan dimusnahkan oleh Dirjen Kependudukan, namun saat perjalanan truk bermuatan menjatuhkan satu kardus berisi e-KTP," kata Kepala Polres Bogor AKBP Andi M Dicky di Cibinong, Senin.

Kartu-kartu tanda penduduk yang rusak itu, menurut dia, tercecer dari mobil pengangkut dalam perjalanan menuju gudang milik Kementerian Dalam Negeri di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta penyelidikan kemungkinan tercecernya adanya unsur sabotase dalam peristiwa tercecernya KTP elektronik itu. Menurutnya, jika KTP itu rusak, mengapa dipindahkan ke gudang Dukcapil di Bogor, tidak justru langsung dimusnahkan.

"Saya perintahkan Sekjen, Irjen, dan biro hukum, segera lakukan investigasi di Ditjen Dukcapil siapa yang tanggung jawab dan pasti ada unsur sabotase. Sebagai Mendagri, saya berpendapat ini sudah bukan kelalaian tapi sudah unsur kesengajaan," ujar Tjahjo dalam siaran Minggu (27/5).

Sebelumnya beredar video yang menunjukkan sejumlah KTP elektronik tercecer di kawasan Bogor, Jawa Barat. Alamat yang tertera pada KTP-KTP elektronik tercecer itu Sumatera Selatan.

Direktur Jenderal Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan KTP elektornik yang rusak/invalid itu hendak dibawa dari gudang sementara di Pasar Minggu ke gudang Kementerian Dalam Negeri di Semplak, Bogor. Jumlahnya, satu dus dan seperempat karung.


Antara