Mahathir Resmi Batalkan Proyek Kereta Api Cepat KL-Singapura

Category: | Posted date: 2018-05-28 21:20:02 | Updated date: | Posted by: Admin


Ceknricek.com - Selain akan membatalkan proyek kereta api cepat Link East Coast Rail dengan China, Mahathir Mohamad juga akan membatalkan proyek kereta Proyek yang menelan biaya RM 110 milyar, "Proyek kereta api cepat ini tidak menguntungkan kata Mahathir



Ceknricek.com - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad, Senin (28/5) malam, resmi membatalkan proyek kereta api cepat Kuala Lumpur-Singapura (HSR) senilai RM 110 milyar atau sekitar Rp 386 triliun.

Akibat pembatalan sepihak ini, menurut Mahathir, pemerintah Malaysia membayar kompensasi sekitar RM 500 juta. Pemerintah akan berusaha meminimalkan biaya sebanyak mungkin dalam langkah pembatalan.

“Ini adalah keputusan akhir. Saya mengerti, nilai (kompensasi) hampir RM500 juta," kata Mahathir dalam jumpa pers di markas Bersatu di Petaling Jaya malam ini.

Menurut Dr Mahathir, proyek HSR tidak menguntungkan negara, meski mempersingkat waktu perjalanan antara kedua negara. "Pemerintah tidak akan mendapat untung sama sekali dari operasinya," kata Mahathir seperti dikutip situs berita malaysiakini.

Ditanya apakah pemerintah Singapura telah diberitahu, atau dia akan bertemu dengan mitranya tentang masalah ini, Dr Mahathir berkata: "Saya tidak tahu."

Najib Razak semasa menjadi Perdana Menteri telah menandatangani perjanjian HSR dengan Singapura senilai RM 110 miilyar atau sekitar Rp 386 triliun. Proyek ini adalah bagian dari Program Transformasi Ekonomi (ETP) tahun 2010. Perjanjian bilateral ditandatangani Desember 2016. Proyek ini akan mengurangi waktu perjalanan Kuala Lumpur dan Singapura hanya dengan 90 menit.

Proyek ini dikerjakan konsorsium Malaysia Resources Corporation Bhd-Gamuda Bhd dan konsorsium TH Properties Sdn Bhd - Perusahaan Konstruksi Yeoh Tiong Lay Sdn Bhd.

Beberapa jam sebelumnya, dalam wawancara dengan Financial Times London, Mahathir menyampaikan rencananya membatalkan proyek tersebut. Menurutnya, HSR adalah salah satu "proyek yang tidak perlu" dan langkah-langkah penghematan diperlukan untuk mencegah negara mengalami pailit.

"Kami perlu menghilangkan beberapa proyek yang tidak perlu, di antaranya proyek kereta api kecepatan tinggi yang akan menelan biaya RM 110 milyar, namun tidak akan menghasilkan satu sen," kata Mahathir di Putra Jaya.

Pembicaraan bilateral tentang proyek sekarang diperlukan jika ingin dibatalkan. "Kami memiliki perjanjian dengan Singapura. Kami perlu berbicara dengan Singapura tentang proyek itu," lanjut Mahathir.

Mahathir juga mengatakan pemerintahnya akan merundingkan kembali beberapa "perjanjian tidak setara" dengan China, termasuk proyek East Coast Rail Route (ECRL) senilai 13,82 miliar dolar AS. ECRL adalah proyek besar lainnya semasa pemerintahan Najib. Proyek ini bagian dari kesepakatan One Belt and One Road (OBOR) dengan China.

Pekan lalu, Mahathir Mohammad mengungkapkan utang Malaysia saat ini lebih dari RM1 triliun atau 65 persen dari produk domestik bruto. Dalam sidang kabinet pertama, Mahathir mengumumkan pemotongan 10 persen gaji seluruh menteri.

“Keuangan negara disalahgunakan, kami menghadapi kesulitan melunasi utang yang telah meningkat menjadi RM 1 triliun. Kami tidak pernah mengalami masalah ini sebelumnya.," kata Mahathir.