Alasan Shandy Aulia Pindah Rumah Produksi 

Category: Berita -> FILM, MUSIK & SELEBRITIS | Posted date: 2018-05-30 09:46:41 | Updated date: | Posted by: Raynaldi Wahyu


Ceknricek.com - Shandy Aulia memutuskan hengkang, setelah kurang lebih 15 tahun berada di bawah payung rumah produksi Soraya Intercine Films dan anak perusahannya, Hitsmaker Studio. Kini, dirinya melabuhkan diri ke rumah produksi Dee Company dan MD Pictur



Ceknricek.com - Shandy Aulia memutuskan hengkang, setelah kurang lebih 15 tahun berada di bawah payung rumah produksi Soraya Intercine Films dan anak perusahannya, Hitsmaker Studio. Kini, dirinya melabuhkan diri ke rumah produksi Dee Company dan MD Pictures, dua perusahaan yang memutuskan untuk joint venture untuk memproduksi film.

Shandy Aulia menegaskan ternyata ia sudah habis kontrak dengan Soraya Intercine Films dan Hitsmaker Studio, bukan karena sebuah masalah krusial. Film terakhirnya adalah Eiffel... I'm in Love Valentine 2018.

Mengenai pertimbangan Shandy Aulia memilih MD Pictures maupun Dee Company, dari 7 rumah produksi yang menawarnya dalam jangka waktu berdekatan, karena produser MD Pictures, Manoj Punjabi yang menawarkan film adaptasi dari novel Risa Saraswati berjudul Rasuk.

Lagi pula, sejak berkecimpung di industri hiburan Tanah Air dari tahun 2003, Shandy Aulia ingin melakukan manuver terhadap hal-hal baru sebagai seorang aktris.

"Saya rasa setiap karya prosesnya kan beda-beda style-nya. Setelah 16 tahun di Soraya Intercine Films dn Hitsmaker Studio, saya ingin mencoba sesuatu yang baru, sesuatu yang saya pengin eksplor saja," ungkapnya saat perilisan trailer dan poster film Rasuk di XXI Metropole, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (28/5).

Artis Termahal

Pada kesempatan sana, Dheeraj Kalwani, produser Dee Company mengaku kalau Shandy Aulia merupakan rekor artis termahal yang pernah ia gandeng ke rumah produksinya, selama menjadi produser. Tapi Dheeraj merasa hal tersebut sebanding dengan kualitas akting dan track record Shandy.

Menanggapi pernyataan yang dilontarkan oleh Dheeraj Kalwani, Shandy Aulia tidak menjawabnya secara gamblang. Pun dengan alasannya 'pindah rumah' karena alasan honor fantastis.

"Hahaha... rekor bayaran termahal? Saya bilang itu relatif ya. Saya enggak bisa berkomentar," ucap Shandy Aulia.

Mengenai perbedaan perlakuan antara rumah produksi baru dan sebelumnya, Shandy Aulia menganggap wajarnya perbedan. Namun apa yang dilakukan oleh setiap PH tentu demi kualitas terbaik untuk film layar lebar yang diproduksi.

"Dua-duanya nyaman. Saya rasa pak Manoj dan pak Dheeraj memberikan yang terbaik dari fasilitas. Dan mereka appreciated sama pemain yang main produksi mereka," jelasnya.

Komunikasi Baik

Meski sudah tak lagi bersama dua rumah produksi yang telah membesarkan namanya, Shandy Aulia menegaskan, hubungannya dengan pihak Soraya Intercine Films dan Hitsmaker Studio masih baik-baik saja.

"Saya very appreciated dengan Soraya Intercine Films karena saya dari awal karier di sana sama Pak Raam Punjabi (produser), dan saya banyak banget belajar mengenai sebuah film dengan Pak Raam. Dia sudah seperti ayah saya sendiri ya," ujar Shandy Aulia.

Wanita berusia 30 tahun ini menganggap sosok Raam Punjabi begitu bijak, perhatian, dan berkepribadian baik.

"Dan yang saya suka dia menghargai orang. Jadi walaupun saya sekarang tidak bekerja sama, saya tetap akan appreciated dan enggak akan pernah lupa karena saya sudah 15 tahun sama Soraya," kata Shandy.

Film debut Shandy Aulia bersama Dee Company berjudul Rasuk. Layar lebar garapan sutradara Ubay Fox itu akan tayang serentak di bioskop Tanah Air pada 28 Juni 2018 mendatang. Selain dirinya, film tersebut juga dibintangi oleh Denira Wiraguna dan Josephine Firmstone.