Sri Mulyani: Ekonomi Masih Kuat

Category: Berita -> EKONOMI & BISNIS | Posted date: 2018-05-29 16:42:28 | Updated date: | Posted by: Rihat Wiranto


Ceknricek.com - Pemerintah yakin ekonomi Indonesia masih kuat. Hal itu disampaikan melalui konversi pers oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Sant



Ceknricek.com - Pemerintah yakin ekonomi Indonesia masih kuat. Hal itu disampaikan melalui konferensi pers oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Ketua LPS Halim Alamsyah, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (28/05).

Menkeu menyampaikan bahwa APBN 2018 sangat kuat dan sehat. Hingga April penerimaan perpajakan tumbuh 14,9 persen.

Menkeu menambahkan, defisit terjadi di angka 0,37 persen sampai dengan April dan keseimbangan primer surplus Rp24,2 triliun jauh lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya Rp3 triliun.

“Dari sisi APBN operasi, defisit kita adalah sebesar 0,37 persen sampai dengan April dan keseimbangan primer kita bahkan mencatatkan surplus 24,2 triliun. Ini jauh lebih tinggi dari tahun lalu yang surplusnya hanya 3 triliun pada periode akhir April," jelasnya.

APBN Kuat

Menyikapi tekanan pada stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat yang terjadi dalam 1-2 bulan terakhir ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meyakinkan bahwa dari sisi fiskal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 sangat sehat dan kuat.

“Dari sisi APBN, seperti yang sudah saya sampaikan dan saya tekankan berkali-kali, implementasi dari APBN 2018 adalah sangat kuat dan sehat,” tegas Menkeu.

Beberapa indikator seperti misalnya peningkatan penerimaan pajak terutama dari sisi PPh Badan mengindikasikan bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas ekonomi di Indonesia.

Cadangan Devisa Cukup

Menkeu mengatakan cadangan devisa Indonesia lebih dari cukup untuk pembayaran impor dan utang luar negeri Pemerintah, maupun untuk antisipasi kemungkinan pembalikkan aliran modal oleh Amerika.

"Dengan cadangan devisa yang lebih dari cukup untuk pembayaran impor dan utang luar negeri Pemerintah, maupun untuk mengantisipasi untuk kemungkinan pembalikkan aliran modal yang diakibatkan oleh kebijakan di Amerika Serikat," katanya.

Menkeu menjelaskan latar belakang perekonomian saat ini dimana pertumbuhan stabil di angka 5,06 persen dan inflasi masih dalam kisaran angka toleransi 3,41 persen year on year.

Langkah Pemerintah

Pemerintah akan melakukan reformasi   di bidang perpajakan l dengan menggunakan berbagai macam informasi perpajakan yang diperoleh dari kerjasama perpajakan internasional untuk meningkatkan penerimaan negara, terutama dari pajak dan dari pelaku-pelaku yang memiliki kapasitas membayar pajak.

Dari sisi belanja, Kemenkeu akan terus menjaga agar belanja negara tepat guna, tepat sasaran dan tepat waktu, terutama dalam menjaga momentum 2018 ini. Namun, Kemenkeu juga akan fokus untuk mencari cara untuk mendorong efisiensi belanja negara terutama belanja barang

Pada sisi pembiayaan, Menkeu menekankan tepatnya strategi front loading di awal tahun 2018. 

"Pada sisi pembiayaan tahubn 2018 yang telah  dilakukan bahkan sebelum 2018 adalah melakukan front loading. Bahkan waktu itu melakukan issuance bonds, global sebelum tahun 2018. Terbukti, strategi itu adalah tepat. Dengan antisipasi bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve dan gejolak yang mungkin terjadi dengan normalisasi tersebut," katanya.

Menkeu menjelaskan pembiayaan akan dicari lagi dari sumber pembiayaan yang tidak terpengaruh oleh pasar seperti sumber bilateral dan multirateral.

“Di dalam jangka pendek, Pemerintah akan melakukan bauran kebijakan dari sisi pembiayaan terutama dengan menggunakan sumber pembiayaan yang tidak terpengaruh oleh market seperti sumber bilateral, multirateral dan kalau berasal dari pasar, kita juga akan mencoba menekankan fundamental dari APBN kita yang sehat dan kredibel," tuturnya.