Sherrin Dalam Pusaran Kasus Korupsi

Category: BERITA -> POLITIK | Posted date: 2018-05-30 12:04:43 | Updated date: | Posted by: Ariful Hakim


Istri Zumi Zola, Sherrin Taria, memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia bersaksi terkait kasus gratifikasi sejumlah proyek di Jambi yang menjerat suaminya. Sejauh ini, Sherrin kooperatif. Ia bahkan akan kembali mendatangi gedung



Ceknricek.com - Istri Zumi Zola, Sherrin Taria, memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia bersaksi terkait kasus gratifikasi sejumlah proyek di Jambi yang menjerat suaminya. Sejauh ini, Sherrin kooperatif. Ia bahkan akan kembali mendatangi gedung KPK jika penyidik memanggilnya.

Sherrin tiba di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (22/5) pukul 10.00 WIB pekan lalu. Ia didampingi kuasa hukum keluarga Zumi Zola, Muhammad Farizi. Tak sepatah kata pun diucapkan Sherrin terkait pemeriksaannya. Selain untuk suaminya, ia diperiksa untuk penerimaan gratifikasi proyek-proyek PUPR di Jambi, dengan tersangka Arfan selaku Plt Kadis PUPR Jambi nonaktif.

Zumi Zola, suami Sherrin, ditetapkan sebagai tersangka bersama pelaksana tugas Kadis PUPR Arfan. Zumi dan Arfan diduga menerima gratifikasi Rp 6 miliar dari beberapa kontraktor. Uang itu disinyalir diberikan sebagai "uang ketok palu" kepada anggota DPRD Jambi. Kasus yang menjerat Zumi Zola ini merupakan pengembangan dari kasus suap pengesahan APBD 2018. Dalam kasus tersebut KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka.

Anggota Keluarga Lain

Setelah Sherrin, ibu kandung Zumi Zola, Hermina Djohar menyusul mendatangi gedung KPK, Rabu (23/5). Ia datang sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi yang menjerat putranya dan Plt Kadis PUPR Arfan. Kepada Hermina, penyidik mengonfirmasi soal uang yang ditemukan saat menggeledah vila milik keluarga Zumi.

“Saksi Hermina, penyidik mengklarifikasi sejauh mana pengetahuan saksi terkait uang yang disita penyidik di vila sebelumnya,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan.

Selain itu, penyidik juga menggali pengetahuan ibunya tentang dugaan penerimaan gratifikasi Zumi yang telah berubah menjadi aset. Berdasarkan pantauan, Hermina keluar dari lembaga antirasuah pukul 16.45 WIB. Dia sempat meneteskan air mata ketika dicecar pertanyaan oleh para awak media. "Maaf ya, maaf ya," kata dia sambil sesekali menyeka air matanya.

Menyusul Hermina, KPK kemudian memeriksa adik Zumi Zola, Zumi Laza, Kamis (24/5). Ia diperiksa sebagai saksi dalam dugaan gratifikasi terkait proyek-proyek di Jambi. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, KPK mendalami pengetahuan Zumi Laza terkait kepemilikan aset kakaknya. "Dan dugaan penerimaan gratifikasi lainnya termasuk temuan uang di vila saat penggeledahan," kata Febri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/5).

KPK juga sempat memanggil ayah Zumi Zola, Zulkifli Nurdin. Tapi yang bersangkutan tidak datang karena sedang sakit. Sejak Zumi Zola ditahan, KPK sempat memperpanjang masa penahanan Zumi jadi 40 hari dari tanggal 29 April 2018 hingga 9 juni 2018. Ini pertama kalinya Sherrin diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK. Pemeriksaan Sherrin disambut baik Muhammad Farizi. Ia yakin, Zumi Zola tidak bersalah.

Dijodohkan

Hadirnya Sherrin dalam kehidupan Zumi Zola, tak lepas dari peran Tengku Malinda, ibu kandung Sherrin. Zumi dan Sherrin memang sudah lama kenal. Menurut Malinda, Sherrin sempat mendampinginya saat menemui Zulkifli Nurdin, ayah Zumi Zola yang masih menjabat sebagai Gubernur Jambi. Pertemuan Tengku Malinda dengan Zulkifli karena keperluan pekerjaan.

"Di Jambi sedang ada acara, dan saya bersama tim TVRI mematangkan rencananya bertemu dengan Pak Zulkifli di Jakarta," ungkap Tengku Malinda satu ketika.

Sejak itu, hubungan Zumi dan Sherrin berlanjut. Malinda mengaku dekat dengan sang putri. Karenanya, dia mengetahui betul pasang surut hubungan buah hatinya dengan putra sulung Zulkifli Nurdin itu.

Nasib Para Istri

Nasib Sherrin tak berbeda dengan pesinetron Eddies Adelia. Ia tersangkut kasus penipuan yang dilakukan suaminya, Ferry Ludwankara Setiawan. Eddies diduga melakukan penggelapan uang. Untuk diketahui, suami Eddies, Ferry Ludwankara Setiawan, sebelumnya telah divonis lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Eddies ikut terseret karena diduga menikmati hasil kekayaan dari hasil penipuan Ferry.

Istri Ahmad Fathanah, Sefty Sanustika juga sempat terseret dalam kasus suaminya, Ahmad Fathanah. Sefty sempat dimintai keterangan untuk tersangka Maria Elisabeth Liman. Nama terakhir adalah pihak pemberi suap kepada Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaq. Suap itu ditujukan agar Luthfi Hasan bisa menggunakan kewenangannya sebagai Presiden PKS untuk mempengaruhi Mentan Suswono agar mau menambah kuota impor daging sapi.

Nama Dipta muncul dalam pusaran kasus korupsi dan pencucian uang proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) yang menjerat mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

Dipta diketahui sebagai istri ketiga Djoko. Wanita yang memenangi ajang kontes kecantikan di kota kelahirannya, Solo, pada 2008 ini beberapa kali diperiksa KPK karena memiliki aset yang diduga berasal dari hasil korupsi yang dilakukan suaminya. Dari Djoko, dia memperoleh rumah mewah di Solo, Semarang, Depok, apartemen di Jakarta, dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta.