PWI Kecam Penyerbuan Radar Bogor

Category: Berita -> POLITIK & HUKUM | Posted date: 2018-06-01 23:28:55 | Updated date: | Posted by: Admin


Penyerbuan Radar Bogor tidak bisa dibenarkan.



Ceknricek.com — Penyerbuan sekelompok orang — yang mengatasnamakan PDI Perjuangan Bogor— terhadap kantor redaksi Harian Radar Bogor, Rabu (30/5) lalu, menuai kecaman. PWI Pusat mengecam penyerbuan tersebut, akan tetapi juga mengingatkan wartawan untuk mentaati kode etik jurnalistik.

Pelaksana Tugas Ketua Umum PWI Pusat Sasongko Tedjo dan Sekretaris Jenderal Hendri Ch Bangun dalam pernyataan persnya, Jumat (1/6) mengatakan, tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip-prinsip penyelesaian sengketa pers yang bermartabat dan demokratis.

PWI Pusat meminta kepada siapa pun — khususnya PDI Perjuangan Bogor —agar dalam menyampaikan keberatan atau tuntutan terhadap pemberitaan pers senantiasa menggunakan cara cara demokratis-prosedural sebagaimana telah diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Disebutkan bahwa pers bisa saja membuat kesalahan. Wartawan juga manusia yang tidak luput dari kelemahan dalam menjalankan profesinya. Kinerja pers dapat dipersoalkan secara etis maupun hukum dengan menggunakan UU Pers. “PWI Pusat menyarankan agar PDI Perjuangan Bogor dan Radar Bogor membawa masalah ini ke Dewan Pers,” tulis pernyataan itu.

PWI Pusat juga mengimbau Radar Bogor untuk menjadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga untuk bermawas diri. “Kewajiban pers untuk menjalankan fungsi kontrol dan memenuhi hak publik atas informasi, namun fungsi tersebut harus dijalankan dengan menaati Kode Etik Jurnalistik secara konsekuen,” lanjut pernyataan itu.

Sekelompok orang mengatasnamakan kader PDIP, Rabu (30/6) menggeruduk kantor Radar Bogor. Mereka memprotes berita utama koran tersebut tentang Ketua Umum PDI-P Megawati  Soekarnoputri. Berita itu berjudul, 'Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta”.  

Unjuk rasa kader PDI-P ke Radar Bogor kembali terjadi Jumat (1/6). Anggota DPR RI Diah Pitaloka, yang hadir dalam unjuk rasa itu mendesak Radar Bogor minta maaf.

Sehari sebelumnya, kecaman terhadap penyerbuan kantor Radar Bogor, datang dari Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Ilham Bintang. Penggerudukan itu, menurutnya, merupakan cara membungkam kebebasan pers.

“PWI mengecam cara penyerbuan kantor Radar Bogor. Ini menunjukkan cara pembungkaman terhadap pendapat pers, ketimbang mengoreksi pemberitaannya," ujar Ilham di Jakarta, Kamis (31/5/18).

Namun demikian, Ilham mengingatkan Radar Bogor dan wartawan umumnya untuk sungguh-sungguh menaati Kode Etik Jurnalistik dalam melaksanakan kerja jurnalistik.

"Saya mengingatkan redaksi Radar Bogor dan semua wartawan agar sungguh-sungguh menaati Kode Etik Jurnalistik dalam melaksanakan kerja jurnalistik",  ujar Ilham.

Reaksi atas penyerbuan Radar Bogor juga datang dari Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. “Protes semestinya melalui mekanisme Undang-undang Pers.  Tidak seharusnya lembaga pers diancam dan diteror,” ujar Ketua DPP Partai Gerindra itu saat berkunjung ke Kantor Radar Bogor, Jumat (1/6).

Antara