Cara Hannah Al Rashid Apresiasi Kuliner Indonesia

Category: Berita -> FILM, MUSIK & SELEBRITIS | Posted date: 2018-06-02 13:39:38 | Updated date: | Posted by: Raynaldi Wahyu


Ceknricek.com - Hannah Al Rashid turut andil dalam film Aruna dan Lidahnya. Layar lebar yang menceritakan tentang persahabatan dan kuliner, dibumbui dengan intrik juga konspirasi.



Ceknricek.com - Hannah Al Rashid turut andil dalam film Aruna dan Lidahnya. Layar lebar yang menceritakan tentang persahabatan dan kuliner, dibumbui dengan intrik juga konspirasi.

Hannah Al Rashid berperan sebagai Nad pada film yang diadaptasi lepas dari novel berjudul sama karangan Laksmi Pamuntjak itu. Nad merupakan seorang kritikus kuliner yang sedang menulis buku. Diceritakan, Nad adalah wanita periang, yang selalu menikmati hidupnya.

Bagi aktris kelahiran London, Inggris ini, film Aruna dan Lidahnya mampu membuat para penonton lebih mengapresiasi kuliner khas Indonesia. Sebab memang film tersebut mengulas beberapa masakan khas daerah di empat kota besar, yaitu Surabaya, Pamekasan (Madura), Pontianak, dan Singkawang.

"Semoga film ini menjadi guideline buat masyarakat kalau berangkat ke Singkawang atau Pontianak bisa ke tempat kita syuting, dan lainnya. Jadi lebih apresiasi lagi makanan Indonesia dan menarik skill dibalik pembuatnya itu," kata Hannah saat ditemui di Ecology Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (31/5).

Hannah Al Rashid menilai begitu menariknya masuk ke dapur sebuah rumah makan, mengetahui cara pembuatan dan resep di balik masakan lezat. "It's a art form, itu sebuah karya seni," imbuhnya.

Dari sebelum terlibat film Aruna dan Lidahnya, Hannah Al Rashid memang sudah jatuh cinta dengan makanan. Tapi ia mengakui kalau awalnya lebih menyukai makanan internasional, ketimbang Nusantara.

"Kalau makanan Indonesia saya suka banget tapi dari daerah-daerah tertentu, Aceh favorit dan Sulawesi Selatan secara saya orang Bugis. Dan menariknya di sini (film) coba ke Surabaya nyobain makanan Jawa yang dari dulu saya enggak terlalu suka karena manis," ucap Hannah.

Ada beberapa makanan yang Hannah Al Rashid sukai maupun tidak saat menjalani syuting. Namun ia harus tetap menunjukkan ekspresi terbaik saat kamera menyorotnya.

"Nah di situlah kemampuan akting, makan sesuatu yang kita nggak senang tapi harus dinikmati di situ akting. Enggak hanya menilai enak dan enggak sebuah makanan. Sebagai kritikus enggak bisa harus bahas teksturnya, tapi bahas rasa, rasio antara kuah dan mie, dengan asin asam dengan keseluruhan, kemiripan dengan makanan daerah lain," cerita Hannah.

Untuk makanan yang disukai Hannah Al Rashid ketika syuting adalah mie kepiting acai di Pontianak. Wanita berusia 32 tahun ini menganggap tekstur mie tersebut berbeda dari mie lain, rasanya pun lezat menggoyang lidah.

"Yang paling enak itu dimakan sama sambal yang dipakai dengan udang. Aduh itu kayaknya saya pengen tinggal di Pontianak cuma buat makan itu. Enak banget," tutup Hannah Al Rashid.

Selain Hannah Al Rashid, film Aruna dan Lidahnya diperankan oleh Dian Sastrowardoyo (Aruna), Nicholas Saputra (Bono), Oka Antara (Farish). Keempat sahabat tersebut membantu investigasi Aruna pada kasus flu burung. Film ini rencananya tayang pada September 2018 mendatang.