ohran Mamdani, seorang politisi muda Partai Demokrat berusia 34 tahun, terpilih sebagai wali kota Muslim pertama dan sekaligus yang termuda di New York.
Ceknricek.com– Zohran Mamdani, seorang politisi muda Partai Demokrat berusia 34 tahun, terpilih sebagai wali kota Muslim pertama dan sekaligus yang termuda di New York. Kemenangannya menandai perubahan besar dalam peta politik kota terbesar di Amerika Serikat itu, sekaligus memicu perdebatan ideologis di dalam partainya sendiri.
Siapa Zohran Mamdani?
Zohran Kwame Mamdani lahir pada 18 Oktober 1991 di Kampala, Uganda, sebagai anak tunggal dari pasangan akademisi terkemuka Mahmood Mamdani dan sutradara film internasional Mira Nair. Ia diberi nama tengah “Kwame” sebagai penghormatan terhadap Kwame Nkrumah, presiden pertama Ghana.
Latar belakang keluarga Mamdani mencerminkan keberagaman identitas Asia Selatan dan Afrika Timur: sang ayah berasal dari komunitas Muslim Gujarati yang tumbuh di Uganda, sementara ibunya adalah Hindu Punjabi kelahiran India yang dibesarkan di Odisha.
Masa kecil Mamdani dihabiskan berpindah antarnegara. Setelah tinggal di Kampala hingga usia lima tahun, ia kemudian menetap di Cape Town, Afrika Selatan, mengikuti tugas ayahnya sebagai pengajar kajian Afrika di University of Cape Town.
Saat berusia tujuh tahun, keluarga mereka pindah ke New York City, dan menetap di kawasan Morningside Heights. Mamdani menempuh pendidikan dasar di Bank Street School for Children, lalu melanjutkan ke Bronx High School of Science, tempat ia ikut mendirikan tim kriket sekolah dan aktif dalam kegiatan siswa.
Minatnya pada isu keadilan sosial sudah terlihat sejak muda. Dalam sebuah pemilu simulasi saat SMP, ia mencalonkan diri sebagai kandidat independen dengan platform kesetaraan dan antiperang.
Semasa kuliah di Bowdoin College di Maine, ia mengambil jurusan kajian Afrika (Africana Studies) dan ikut mendirikan cabang Students for Justice in Palestine, yang mengadvokasi hak-hak rakyat Palestina.
Sebelum masuk ke politik elektoral, Mamdani bekerja sebagai konselor perumahan dan pencegahan penyitaan rumah (foreclosure prevention counselor) di Queens, membantu keluarga imigran berpenghasilan rendah menghadapi ancaman penggusuran.
Pengalaman tersebut memperkuat komitmennya untuk memperjuangkan keadilan perumahan di tingkat kebijakan. Selain itu, ia sempat menekuni musik rap dengan nama panggung Young Cardamom, berkolaborasi dengan musisi Uganda dalam proyek musik dan soundtrack film “Queen of Katwe” karya ibunya.
Perjalanan politik Mamdani dimulai dari kerja-kerja akar rumput. Ia terlibat sebagai sukarelawan dan manajer kampanye untuk sejumlah kandidat progresif di New York City, sebelum mencalonkan diri dan terpilih menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York untuk Distrik ke-36 (Astoria) pada 2020.Redaksi
Kemenangannya atas petahana lima periode menjadi awal kiprahnya dalam lembaga legislatif, yang berlanjut dengan terpilih kembali tanpa lawan pada 2022 dan 2024.








