INDONESIA MOVIE REVIEW

STUBER (2019)

IMR 095
Sopir Uber Membantu Polisi Rabun Menguber Tedjo
STUBER
Ulasan : Yan Widjaya
Nilai IMR & AMR : Oleh Komite IMR

IMR 095
Sopir Uber Membantu Polisi Rabun Menguber Tedjo
STUBER
Ulasan : Yan Widjaya
Nilai IMR & AMR : Oleh Komite IMR

7

IMR

7

IMR

7

AMR

7

AMR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter

LSF : 17+

Durasi : 93 Menit

Tayang : 24 Juli 2019

Genre : Action-Comedy

Para Pemain : Dave Bautista, Kumal Nanjiani, Iko Uwais, Mira Sorvino, Natalie Morales, Betty Gilpin, Karen Gillan

DOP : Bobby Shore

Skenario : Tripper Clancy

Cerita : Tripper Clancy

Sutradara : Michael Dorse

Produser : John Francis Daley, Jonathan Goldstein

Produksi : 20th Century Fox

LOS ANGELES, sepasang polisi LAPD, Vic Manning dan Sara Morris, memburu gembong narkoba berbahaya dari Asia, Eko Tedjo. Ternyata Tedjo kelewat tangguh bagi mereka, bahkan ia bisa membinasakan Sara dan mencundangi Vic, sebelum lolos!

Enam bulan kemudian, dari atasannya, Kapten Angie McHenry, Vic mengetahui Tedjo terlihat lagi di Los Angeles. Masalahnya ia baru saja menjalani operasi lasik untuk kedua matanya yang katarak. Dokter matanya menasihati, “Untuk sementara matamu seperti rabun sampai kira-kira 12 jam lagi.”

Kendati setengah buta, Vic tak peduli, demi menuntaskan dendam gugurnya sang partner, ia bertekad meringkus Tedjo, hidup atau mati. Maka ia memaksa sopir taksi on-line Stu untuk membantunya memburu sang buronan. Padahal keinginan Stu hanya satu, buru-buru menemui gadis pujaannya Becca yang dicampakkan oleh kekasihnya, Byron. Ini peluang emas bagi Stu untuk bercinta dengan Becca yang mengharapkan kedatangannya di apartemennya. Tapi Vic tidak bisa ditinggalkan begitu saja, meskipun Vic sendiri direpotkan oleh puterinya, Nicole, yang menyalahkan perceraiannya dengan ibu Nicole.

Dari informannya, Leon, Vic mengetahui Tedjo akan melakukan transaksi terbesar, 300 kilogram heroin, di Korea-town. Terjadilah petualangan kerja sama kocak antara si polisi nyaris buta dengan si sopir uber penakut, berhadapan dengan gembong penjahat ganas! Sudah begitu, kerepotan Vic berlipat ganda karena ternyata ada pengkhianat yang bercokol di markas LAPD hingga mengetahui semua gerak-geriknya!

 

IKO UWAIS                

Banyak, banyak sekali orang, baik wartawan maupun mereka yang kepo (sangat ingin sekali tahu) terhadap perfilman Indonesia, bertanya kepadaku “Siapa sih bintang film Indonesia yang honornya termahal? Dan berapa jumlahnya?”

Sesungguhnya honorarium seorang pemain film itu relatif, misalnya jika ia menyukai cerita-skenarionya maka bersedia dibayar di bawah tarif resminya. Honor aktor film drama tertinggi, rasanya bisa diberikan pada Reza Rahadian, yang mencapai kisaran di atas Rp 500 juta. Namun sejujurnya ada tiga aktor yang bisa tiga kali lipar dari yang diterima seorang Reza. Siapa mereka?

Salah seorang di antaranya adalah Uwais Qorny (36 tahun) yang sudah bermain 11 film, dan enam di antaranya merupakan film impor. Ya Qorny adalah nama asli Iko Uwais yang memulai debutnya sebagai aktor sejak ditemukan Gareth Evans untuk bermain dalam Merantau (2010). Semua filmnya memang bergenre action, termasuk film kolosal Star Wars Episode VII: The Force Awakens (2015), di mana ia membuat Han Solo (Harrison Ford) terbirit-birit!

Dalam banyak filmnya, Iko bukan cuma berakting namun juga menata adegan laga (fight choreographer). Sebagai aktor internasional, ia juga memakai agen Hollywood, hingga diprediksi honornya lebih dari Rp 1,5 Miliar!

Sekarang, kembali Iko didapuk menjadi tokoh antagonis yang sangat berbahaya, gembong narkoba Eko Tedjo. Untuk peran ini sengaja rambutnya dicat pirang, dan baru ketahuan kalau ternyata Iko mengidap alergi terhadap cat rambut, hingga mesti dirawat (sementara) di Rumah Sakit. Musuh bebuyutan si polisi Los Angeles, Vic Manning, yang diperani Dave Bautista. Tinggi Iko termasuk normal (1,68 m), namun berhadapan dengan Dave (1,98 m), mendadak terlihat kerdil. Toh Iko tidak minder, malah mampu menghajar babak-belur mantan jawara WWE itu.

Dave Bautista (50 tahun/ 62 film) adalah blasteran Filipina (ayah) dengan keturunan Yunani (ibu). Dari arena gulat bebas WWE, mencelat main film yang hampir seluruhnya menjual kekerasan baku hantam. Baru belakangan lewat Marvel Universe ia kebagian peran sebagai Drax, sang raksasa kekar.

Namun sebenarnya yang mencuri akting dan berhasil mencuatkan namanya lewat film ini adalah si pemeran judul Stu yakni Kumal Nanjiani. Komedian kelahiran Karachi, Pakistan, berusia 33 tahun ini, tercatat sudah tampil dalam 75 film (sebagian besar memang film televisi produksi Kanada). Tidak bisa berantem, hanya ingin mencari selamat saja, si sopir taksi uber ini, justru terus memancing gelak tawa seantero penonton dengan kekocakan dialognya. Tokohnya bernama Stu, lantas karena profesinya sebagai sopir taksi on-line Uber, maka ia pun dipanggil dengan nama ejekan Stuber!

Sutradara Michael Dorse (46 tahun/15 film dan FTV) berasal dari London, boleh dibilang cukup berhasil meramu sebuah film action dengan tempo cepat, berbumbu situasi-situasi yang menggelikan. Jadi abaikan saja, kemustahilan bagaimana seorang polisi rabun bisa beraksi baku tembak dan baku gebuk (?). Bujet pembuatannya hanya 16 juta dollar, namun dalam tempo relatif singkat sudah menghasilkan lebih dari 20 juta dollar. Sebagai sebuah film yang kunilai cukup menghibur, kelarisannya di bioskop kita, tentu saja bertumpu pada Iko Uwais yang menjadi kebanggaan bagi perfilman khususnya, dan masyarakat Indonesia umumnya.

Indonesia Movie Rating

4 : Terserah
5 : Biasa Saja
6 : Cukup
7 : Lumayan
8 : Menarik
9 : Bagus
10 : Luar Biasa

Anjuran Menonton Rating

4 : Membuang Waktu dan Uang
5 : Tunggu, tak Perlu Ditonton
6 : Boleh Nonton kalau ada Waktu
7 : Memenuhi Syarat Tontonan
8 : Asyik sebagai Hiburan
9 : Direkomendasikan untuk Ditonton
10 : Jangan Lewatkan!