INDONESIA MOVIE REVIEW

THE LION KING (2019)

IMR 090
Menghidupkan Animasi Terbaik Sang Singa Raja
THE LION KING
Ulasan : Yan Widjaya
Nilai IMR & AMR : Oleh Komite IMR

IMR 090
Menghidupkan Animasi Terbaik Sang Singa Raja
THE LION KING
Ulasan : Yan Widjaya
Nilai IMR & AMR : Oleh Komite IMR

8.8

IMR

8.8

IMR

8.8

AMR

8.8

AMR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter

LSF : Untuk Semua Umur

Durasi : 118 Menit

Tayang : 17 Juli 2019

Genre : Animasi Live

Para Pemain : Donald Glover, Beyonce, James Earl Jones, Alfre Woodard, Seth Rogen, Billy Eichner, Chiwetel Ejiofor, John Oliver, John Kani, JD. McCrary, Florence Kasumba, Eric Andre

DOP : Caleb Deschanel

Skenario : Jeff Nathanson

Cerita : Brenda Chapman

Sutradara : Jon Favreau

Produser : Jon Favreau, Karen Gilchrist, Jeremy Silver

Produksi : Walt Disney Pictures

PRIDELANDS, Afrika, pada suatu masa…

Alkisah segenap margasatwa bersuka-cita demi Singa Raja Mufasa memperoleh putera dari ratunya, Sarabi. Rafiki, si dukun kera tua, mengangkat tinggi-tinggi, sang putera mahkota bayi, di puncak Pride Rock. Maka seantero hewan berjingkrakan memujanya. Seantero binatang penghuni rimba raya itu? Tidak, ada satu yang justru sangat mengkal hatinya. Dialah Scar Singa Pangeran, yang bukan lain daripada adik kandung Mufasa sendiri! Dia merasa angan-angannya untuk menggantikan abangya sebagai raja keruan terjegal karena kelahiran Simba!

Simba tumbuh menjadi anak singa yang selalu ingin tahu. Setiap hari bermain dengan Nala, singa betina yang sebaya dengannya. Diam-diam Scar menghasutnya agar pergi ke balik perbukitan hitam. Simba tertipu dan nyaris dimangsa kawanan hyena penghuni kawasan tersebut kalau saja ayahnya tak keburu tiba.

Saking penasaran Scar mengatur jebakan yang lebih keji lagi, sekaligus membunuh Mufasa dan menyingkirkan Simba dari Pridelands. Memang anak singa ini terusir, terlunta-lunta jauh. Dalam petualangannya bertemu si celeng (babi hutan) Pumba, yang berduet dengan seekor meerkat (luwak gurun) Timon. Mereka menjadi trio pengelana yang cinta damai.

Akankah Simba kembali ke Pridelands untuk merebut kerajaan rimbanya yang dikuasai sang paman jahat Scar, dan gerombolan hyena?

 

ANIMASI                   

Disebut juga film kartun, dari pabriknya, Walt Disney, yang terbanyak memproduksinya, sejak tahun 1940. Diawali dari empat film animasi klasik; Pinocchio, Fantasia (Mickey Mouse), Dumbo, dan Bambi, sampai kini sudah ratusan judul. Yang terbaik menurutku adalah The Lion King (1994), dan sekarang (2019) dibuat ulang dalam versi life (hidup) berkat keajaiban CGI.

Satu-satunya aktor yang tetap mengisi suara tokoh yang sama dalam kedua versi berbeda 25 tahun ini adalah James Earl Jones, pengisi suara Singa Raja Mufasa. Kendati sudah berusia 80 tahun, aktor kulit hitam kawakan ini masih tetap mantap betul suaranya.

Persamaan lainnya, tentu pada lagu-lagu nostalgia nan indah seperti; Circle of Life, Hakuna Matata, Can You Feel the Love Tonight? Salah satu kekuatan film animasi Disney memang bertumpu pada lagu-lagu merdunya dengan syair yang bermakna mendalam. Hakuna Matata diambil dari bahasa daerah Swahili, Afrika Timur, yang artinya sama dengan No Problem alias Tidak Masalah.

Inti cerita sama persis, dengan paparan panorama Afrika, bak surga margasatwa, tanpa seorang manusia pun. Bahkan binatang-binatang buas karnivora (pemakan daging) hidup rukun berdampingan dengan hewan pemakan tumbuhan (herbivora), serta omnivora (kombinasi antara karni dengan herbi). Bahkan Simba pun diajari Pumbaa dan Timon makan ulat dari batang pohon lapuk, bukannya memburu menjangan atau memangsa si babi hutan itu sendiri, misalnya.

Nah, kalau The Lion King animasi dulu dibuat dengan bujet 45 juta dollar, dan menghasilkan 313 juta dollar dari bioskop Amerika saja, serta 987,5 juta dollar dari peredaran dunianya hingga menjadi film animasi terlaris sepanjang masa, bagaimana dengan versi baru ini? Akankah The Lion King hidup menggeser rekor animasinya? Nampaknya begitu karena di bioskop mana pun ditayangkan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, anak-anak dan keluarganya berduyun-duyun datang menonton! Bagi anak-anak memang suatu tontonan baru, sedangkan bagi orangtuanya bernostalgia ke masa 25 tahun lalu via semarak lagu-lagu kenangannya…

Indonesia Movie Rating

4 : Terserah
5 : Biasa Saja
6 : Cukup
7 : Lumayan
8 : Menarik
9 : Bagus
10 : Luar Biasa

Anjuran Menonton Rating

4 : Membuang Waktu dan Uang
5 : Tunggu, tak Perlu Ditonton
6 : Boleh Nonton kalau ada Waktu
7 : Memenuhi Syarat Tontonan
8 : Asyik sebagai Hiburan
9 : Direkomendasikan untuk Ditonton
10 : Jangan Lewatkan!