Foto : AntaraNews.com

Atlet Kriket Indonesia Tampil di Ajang Criiio Champion, London

Ceknricek.com -- Atlet Kriket Indonesia tampil di ajang Criiio Champion di Trafalgar Square, London, Jumat (12/7) - Sabtu (13/7). Manejer Tim Indonesia Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Fiermansyah Afie mengatakan International Cricket Council (ICC) menggunakan ajang tersebut untuk mempromosikan Criiio sebagai sosialisasi untuk mengenalkan olahraga kriket kepada masyarakat dunia.

Indonesia dinilai ICC selain karena berprestasi, juga berpotensi. Pengembangan olahraga kriket di Indonesia dinilai sangat unik dan mempunyai kebudayaan lokal.

Dalam Criiio Cup yang digelar dalam rangka Piala Dunia Kriket, enam negara --Inggris, India, Rwanda, Brazil, Jerman, dan Indonesia-- dipilih untuk mengikuti ajang ini.

Wakil Ketua Umum Persatuan Cricket Indonesia Arsyad Achmadin mengatakan olahraga kriket di Indonesia terus berkembang, sampai saat ini sudah ada di 20 provinsi. Setelah mengikuti kejuaraan pertama kali untuk PON Jabar 2016, olahraga kriket mengukir prestasi di SEA Games 2017 di Malaysia dengan meraih satu perunggu dan satu perak.

Foto: AntaraNews.com

"Peringkat timnas kriket putri Indonesia berada di peringkat 21 dunia dan salah satu atlet putri mendapatkan ranking top 100 bowler dunia," ujarnya.

Di ajang Criiio yang berlangsung meriah di tengah alun-alun kota London, tak jauh dari Istana Ratu Inggris, juga dipromosikan budaya dengan menampilkan tari Bali pada acara pembukaan.

Dalam Criiio Cup, tim kriket Indonesia melawan tim dari India dan Jerman. Hasil pertandingan pertama melawan tim India yang menjadi pusat olahraga cricket, Indonesia kalah dengan skor 5-20, tapi menang 112-97 menghadapi Jerman.

Atlet kriket Indonesia  terdiri atas Andriani dan Ahmad Ramdoni dari Jawa Barat, Arkha Tri Maryanto dari Jawa Tengah dan I Kadek Dharmawan, Kadek Winda Prastini dan Ni Putu Ayu Nanda Sakarini dari Bali serta Yuliana dari Kalimantan Timur.

“Saya merasa beruntung bisa ikut dalam program Chiiio Cricket Indonesia yang pertama kali di dunia karena tidak semua bisa ikut dalam tim yang dikirim ke Inggris,” ujar I Kadek Dharmawan kepada Antara London.



Berita Terkait