Corona Bikin Setan Merah Rugi Rp 500 M | Cek&Ricek
Foto: Istimewa

Corona Bikin Setan Merah Rugi Rp 500 M

Ceknricek.com -- Manchester United mengumumkan performa keuangan mereka hingga 31 Maret 2020 pada Kamis (21/5/2020). Pada catatan finansial kuartal tersebut, kubu Setan Merah mengungkapkan bahwa pandemi virus corona telah membuat mereka merugi 28 juta pound atau sekitar 500 miliar rupiah. 

Penghasilan klub untuk kuartal ini turun 18,7 persen ke 123,7 juta pound (Rp 2,2 triliun) dengan utang klub naik 124,4 juta pound menjadi 429,1 juta pound (Rp 7,7 triliun). Bos keuangan Man united, Cliff Baty, mengatakan mayoritas kerugian ini terjadi karena Manchester United harus menyerahkan kembali 20 juta pound ke pemegang hak siar walau musim Premier League bisa dilanjutkan sekali pun. 

Hal ini karena perubahan di tanggal dan waktu kickoff karena pandemi virus corona. Selain itu, Setan Merah merugi 8 juta pound selama tiga pekan terakhir Maret setelah tiga pertandingan ditunda. Jumlah 28 juta pound setara dengan apa yang Man United keluarkan untuk merekrut Victor Lindelof dari Benfica pada musim 2017-2018.

Baca juga: Awas, Setan Merah Sedang Panas-panasnya

Secara total, 11 pertandingan Manchester United telah ditunda karena pandemi ini. Cliff Baty juga mengatakan pembatalan Liga Europa serta Piala FA melukai pemasukan komersial tim dan klub juga kehilangan pendapatan setelah toko resmi klub di Old Trafford ditutup. Namun, laporan keuangan kuartal ini belum seberapa jika dibandingkan kuartal sekarang yang akan bergulir sampai 30 Juni dan kuartal ke depannya.

Hal ini disampaikan oleh executive vice-chairman klub, Ed Woodward. "Laporan keuangan kami menunjukkan dampak parsial ke pandemi. Namun, pukulan terbesar akan datang pada kuartal sekarang dan ke depannya," tutur Woodward lagi seperti dilansir Kompas.com. 

Kembali Baty juga mengutarakan kalau lawatan Man United yang batal ke Tottenham pada 15 Maret, partai pertama yang tertunda akibat pandemi, membuat klub rugi 4 juta pound. "Ini masa-masa yang tak pernah terjadi sebelumnya dan krisis ini tak akan hilang dalam waktu semalam," tutur Ed Woodward. 

"Namun, klub ini dibangun di atas fondasi sulit. Kami tetap optimistis dengan prospek jangka panjang klub setelah kami melewati salah satu masa paling luar biasa dan menguji sepanjang 142 tahun sejarah Manchester United."

BACA JUGA: Cek EKONOMI & BISNIS, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait