Foto: rawpixel/unsplash

Yuk Ajak Anak Bermain Lego

Ceknricek.com - Bermain merupakan kegiatan yang begitu menyenangkan bagi si Kecil. Berbagai jenis mainan yang ada dapat dengan mudah menarik perhatian anak untuk memainkannya. Namun, kini banyak anak yang tidak lagi bermain secara fisik dan cenderung lebih suka ke kegiatan pasif seperti menonton TV dan bermain gawai. Hal ini dapat membuatnya kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kognitif yang penting untuk proses belajar dan tumbung kembangnya.

Orang tua harus membuat kegiatan bermain menjadi ajang penunjang untuk proses tumbung kembang anak, sehingga dapat membuatnya lebih cerdas dan kreatif. Stimulasi melalui kegiatan bermain dapat membuat kecerdasan anak meningkat.

Dikutip dari dancow.co.id, DR. Dr. Soedjatmiko Sp.A(K), MSi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menuliskan, semakin sering dan bervariasinya stimulasi yang diterima anak, akan membuat hubungan antar sel-sel otak anak menjadi lebih kompleks. Kondisi tersebut akan membuat anak memiliki kecerdasan lebih.

Untuk anak yang berusia lebih dari 3 tahun, stimulasi berupa permainan lego dapat dilakukan. Anak cenderung memiliki kesulitan untuk berkonsentrasi dan berdiam diri selama lebih dari 5 menit. Memainkan lego akan melatih konsentrasi anak untuk tetap memperhatikan atau fokus di satu hal.

Anak akan berkonsentrasi untuk mengamati balok-balok lego yang berhamburan di depannya. Ia kemudian akan memperhatikan suatu bentuk untuk dapat menirunya. Setelah mengamati bentuk tertentu, anak dengan kreativitasnya akan mulai menyusun lego agar dapat menyerupai bentuk tertentu.

Proses memainkan lego tersebut dapat mengembangkan kecerdasan visual-spasial anak. Kecerdasan tersebut terkait dengan visualisasi gambar, anak dilatih untuk mewujudkan gambar yang ada dalam pikirannya ke dalam bentuk 2 atau 3 dimensi.

Bermain lego juga melatih kemampuan emosional anak, terutama kesabaran. Anak memerlukan cukup banyak waktu untuk berproses menyusun lego sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Hal ini membuat anak mengerti untuk membuat sesuatu dibutuhkan proses dan kesabaran.

Selain itu, memainkan lego juga dapat mengasah kecerdasan analitis anak. Berdasarkan imajinasi dan kreativitasnya, anak akan menganalisa ruang yang dibangunnya dengan lego. Melihat secara detail tentang berbagai bentuk dan kombinasi bentuk untuk menciptakan ruang tertentu.

Agar anak lebih menyukai permainan lego. Orang tua dapat menerapkan beberapa tips berikut:


Membuat cerita

Anda dapat mengambil kisah tentang aktivitas anak sehari-hari atau buku cerita. Asah kemampuan anak untuk menyusun bentuk-bentuk yang diperlukan sesuai cerita tersebut, misal rumah, mobil, hewan, dan lain-lain. Setelah itu, Anda dapat membiarkan anak mengarang cerita berdasarkan properti yang telah dibuatnya dengan lego. Kegiatan ini akan meningkatkan kemampuan psikomotorik dan imajinasinya.


Bentuk favorit

Kenali hal-hal yang disukai anak, misal hewan, mesin, bunga, atau bangunan. Anak akan lebih menikmati membangun lego menjadi bentuk-bentuk kesukaanya. Latih pula kemampuannya berbahasa dengan meminta dia menjelaskan tentang apa yang dia buat, warna-warna balok yang digunakan, serta nama-nama benda tersebut.


Tema tertentu

Anda dan anak dapat menentukan tema-tema tertentu untuk dibangun. Misal ingin membangun perkebunan, maka harus membangun lahan, tanaman, sungai, dan berbagai hal terkait kebun. Anda dapat memberikan pula pengetahuan lebih terkait hal tersebut, misal tentang tanaman yang tumbuh apa saja, perlu disiram setiap hari, dan sebagainya. Kegiatan ini akan mestimulasi otak anak dan membiasakannya mempelajari suatu hal secara luas. Jangan lupa untuk menjelaskan dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti anak.