Foto: popmama.com

5 Penyakit yang Tak Diperbolehkan Melakukan Plester Mulut Saat Tidur

Ceknricek.com -- Penyanyi jazz Andien Aisyah bersama suami dan anaknya baru-baru ini mencoba tidur dengan memakai plester dimulutnya. Tujuannya adalah untuk melatih napas dari hidung, bukan dari mulut. Teknik tersebut dinamakan Buteyko.

Andien pun mengaku mendapatkan manfaat tidur dengan mulut tertutup memakai plester. Dalam Instagram Story-nya, Andien menuturkan dirinya cenderung bernapas dengan mulut ketika tidur. 

“Tapi kalo dari aku pribadi, aku bahkan udah membuktikan pada saat aku mampet hidungnya karena flu dan sinus. Aku sangat cenderung bernafas dengan mulut ketika tidur. Eh nggak taunya pas diplester malahan hidungnya sedikit demi sedikit terbuka dan ada celah untuk masuk udara,” tulis Andien di Instastory miliknya, belum lama ini. 

Lantas apakah semua orang bisa menerapkan metode plester dimulut saat tidur? Berikut ini beberapa penyakit yang tidak diperbolehkan melakukan plester mulut saat tidur yang dirangkum dari berbagai sumber. 

Sinusitis

Sinusitis merupakan peradangan pada dinding sinus. Gejala sinusitis antara lain hidung tersumbat, nyeri pada wajah, serta pembengkakan pada bagian mata. Jika anda memiliki gejala ini sebaiknya jangan melakukan teknik Buteyko, karena akan membuat anda kesulitan bernapas.

Influenza

Influenza terjadi karena mengalami hidung tersumbat, maka ada baiknya tidak melakukan plester mulut saat tidur karena akan membuat kita jadi sulit untuk bernafas. 

Polip hidung

Kondisi ini merupakan pembentukan jaringan lembut dari saluran pernapasan dan sinus yang mengalami peradangan. Ukuran polip yang besar dapat mengganggu pernapasan. Gejalanya pun mirip seperti flu, tapi yang dirasa tak kunjung sembuh. 

Rinitis alergi

Rinitis alergi atau yang biasa dikenal dengan istilah hay fever. Rinitis merupakan tipe inflamasi pada hidung, ketika sistem imun bereaksi terhadap alergen di udara. Gejalanya berupa hidung tersumbat, bersin, mata kemerahan, gatal, dan berair. 

Deviasi septum nasal

Kondisi ini berupa septum nasal atau dinding yang membagi rongga hidung menjadi dua, sampai bergeser dari garis tengah. Akibatnya orang mengalami kesulitan bernapas lewat hidung.



Berita Terkait