Anies Sebut Pemberlakuan Ganjil-Genap Kendaraan Berlaku Jika Kasus Covid-19 Meningkat | Cek&Ricek
Foto: Istimewa

Anies Sebut Pemberlakuan Ganjil-Genap Kendaraan Berlaku Jika Kasus Covid-19 Meningkat

Ceknricek.com -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan aturan ganjil genap bisa dilaksanakan jika terjadi peningkatan kasus Covid-19 selama fase I pembukaan fasilitas-fasilitas publik di Ibu Kota dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Aturan itu terdapat dalam Pergub DKI 51/2020.

Anies mengatakan dalam masa transisi ini bisa diberlakukan Ganjil-Genap, tapi bukan berarti itu akan dilakukan. Dalam aturan itu ia menyebut bahwa bila Ganjil-Genap dilakukan maka akan ada Surat Keputusan dari Gubernur.

“Selama belum ada Surat Keputusan Gubernur, maka tidak ada Ganjil-Genap. Dan kebijakan itu dilakukan jika dipandang perlu ada pengendalian jumlah penduduk di luar rumah," kata Anies dalam tinjauannya di Terowongan Kendal, Senin, (8/6).

Menurut Anies pemberlakuan ganjil genap merupakan salah satu antisipasi Pemprov DKI Jakarta yang setara dengan kebijakan rem darurat untuk pengendalian memutus penyebaran mata rantai Covid-19.

"Kita akan lihat jumlah kasus. Kita akan lihat jumlah orang bepergian. Dari situ nanti bila diperlukan, baru digunakan. Bila tidak diperlukan, ya tidak digunakan," kata Anies.

Baca juga: DKI Jakarta Pastikan Buka Tempat Ibadah Saat Masa Transisi PSBB

Lebih lanjut, menurut Anies aturan yang sempat membingungkan pemilik kendaraan pribadi sejak dipublikasikan pada Sabtu (6/6) itu belum tentu diterapkan meski tercantum dalam Pergub DKI.

"Jadi bukan berarti kalau ada dalam aturan pasti dilaksanakan, pasti digunakan," kata Anies.

Anies mengatakan hingga saat ini pemberlakuan aturan ganjil genap belum berlaku di masa PSBB transisi.

Sebelumnya, Pergub 51/2020 dipublikasikan terkait pelaksanaan PSBB transisi. Pada bab IV tercantum terkait penerapan sistem ganjil genap untuk kendaran pribadi baik motor maupun mobil.

Pasal 17 ayat (2) huruf A berbunyi, kendaraan bermotor pribadi berupa sepeda motor dan mobil beroperasi dengan prinsip ganjil genap pada kawasan pengendalian lalu lintas.

Dijelaskan dalam Pasal 18 ayat (1), maksud dari pengendalian lalu lintas dengan prinsip ganjil genap yaitu pengendara bernomor pelat ganjil dilarang melintas di ruas jalan pada tanggal genap, begitu pula sebaliknya.

Nomor pelat yang dimaksud yaitu bagian angka terakhir pada pelat kendaraan.

Pemberlakuan kawasan sistem ganjil genap ditetapkan dengan keputusan gubernur, dan Dinas Perhubungan membuat pedoman teknis soal ruas jalan yang diberlakukan sistem ganjil genap. (Ant)

BACA JUGA: Cek INTERNASIONAL, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.


Editor: Ariful Hakim


Berita Terkait