Awal Pekan Perdagangan Akhir Januari, IHSG dan Rupiah Melempem | Cek&Ricek
Sumber: Antara

Awal Pekan Perdagangan Akhir Januari, IHSG dan Rupiah Melempem

Ceknricek.com -- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (27/1) pagi dibuka melemah. Sementara Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan melemah seiring koreksi mayoritas mata uang regional Asia.

Dikutip dari Antara, IHSG dibuka melemah 3,29 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.240,82. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 0,86 poin atau 0,08 persen menjadi 1.024,65.

Pelaku pasar mencermati perkembangan Virus Corona setelah World Health Organization (WHO) menyebut Corona sebagai kondisi darurat China yang telah menewaskan 26 orang dan dan menginfeksi lebih dari 800 orang pada malam liburan Tahun Baru Imlek.

Virus yang dapat menyebabkan kematian itu bahkan sudah ditemukan di sejumlah negara seperti Singapura, Jepang, Taiwan, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, Nepal, Thailand, Hong Kong, Makau, AS, dan Vietnam

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 392,5 poin atau 1,65 persen ke 23.434,7, sementara Indeks Hang Seng, dan Indeks Straits Times libur.

Sumber: Antara

Senada dengan IHSG, seperti dikutip dari Antara pada pukul 10.06 WIB rupiah bergerak melemah 32 poin atau 0,24 persen menjadi Rp13.615 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.583 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp13.612 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.632 per dolar AS.

Lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch pada akhir pekan lalu menetapkan peringkat utang Indonesia tetap BBB dengan outlook stabil. Faktor yang mendukung peringkat tersebut adalah prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang baik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah dibandingkan negara peers dengan peringkat yang sama.

Sementara tantangan yang dihadapi adalah masih tingginya ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, penerimaan pemerintah yang rendah, serta indikator struktural seperti tata kelola dan PDB per kapita yang masih tertinggal dibandingkan negara peers.

Baca Juga: Penutupan Perdagangan Sebelum Imlek, Rupiah Menguat, IHSG di Zona Merah

Di sisi fiskal, Fitch memperkirakan defisit fiskal akan stabil pada 2020. Utang pemerintah diperkirakan masih rendah pada 30,1 persen dari PDB 2019. Dengan outlook yang stabil, Fitch masih akan mempertahankan peringkat BBB hingga tahun depan.

Sentimen lainnya, Ratu Elizabeth II memberikan persetujuan atas rencana Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit), yang akan dimulai pada 1 Februari 2020. Selanjutnya Inggris mempunyai waktu 11 bulan untuk merundingkan aturan terkait hubungannya dengan Brussels dan mitra-mitra terkait.



Berita Terkait