Foto: Dok. Pribadi

Bertemu dengan Walikota Terunik di Indonesia

Catatan Ilham Bintang


Walikota Bengkulu, Hilmi Hasan,  bersama Ustadz Saeed Kamyabi, dan sahabat produser film Zairin Zain, Jumat (4/1) malam berkunjung ke rumah.
“ Kunjungan silatuhrahmi,” kata Zairin sehari sebelumnya. Zairin, Hilmi, dan Saeed, merupakan kawan seperjuangan dalam siar Islam. Sebagai jamaah Tabligh, mereka sering melanglang buana ke mancanegara untuk urusan penegakan agama Allah itu.

Walikota unik


Hilmi Hasan adalah walikota unik.Mungkin  terunik di Indonesia. Sebelumnya dari Zairin saya banyak mendapat cerita keunikan Hilmi. Keunikan kepemimpinannya memang pernah saya ikuti karena
 viral di berbagai media.

Didampingi putera kedua saya,  dr Yassin Mohammad kami menyambut mereka malam itu. Karena tiba di rumah pada waktu jam makan malam, saya  menyilahkan langsung ke meja makan untuk bersantap makanan  yang sudah disiapkan isteri.

Betul. Menarik menyimak kisah Helmi memimpin Bengkulu untuk priode kedua sekarang.
Waktu Pilwako Bengkulu bulan Juni 2018, ia maju sebagai petahana. Tapi ia sama sekali tak pernah turun berkampanye. “Sebenarnya, saya tidak mau lagi. Tetapi warga Bengkulu memaksa. Alhasil setelah diyakinkan dengan berbagai cara, saya pun menyanggupi,”tutur  adik bungsu Zulkifli Hasan, Ketua MPR-RI itu.

Hilmi dan Deddy Wahyudi pun mendaftar di KPU akhir Januari 2018. Persis saat batas waktu penutupan pendaftaran calon di KPU. Setelah mendaftar, ia  malah meninggalkan Bengkulu selama 4 bulan untuk Bertabligh ( siar Islam) di Kamboja. Ini yang bikin geger di media sosial.  Ia dianggap menyepelekan hajatan demokrasi lima tahun sekali itu.

“Buat apa saya berkampanye. Memuji- muji diri sendiri, sembari menyudutkan lawan. Padahal, mereka teman sendiri. Bahkan, ada yang bekas wakil saya. Berdebat dan saling mempermalukan dengan kawan sendiri, sesama anak bangsa bukan budaya kita. Jabatan itu amanah Allah SWT. Dia sudah menentukan siapa yang mau ditunjukNya. Dia yang menetapkan siapa yang diridhoiNya jadi pemimpin,” paparnya malam itu.

Pasangan Helmi Hasan-Dedy Wahyudi akhirnya memenangkan Pilwako Bengkulu akhir Juni 2018. Perolehan suaranya sekitar 45%, mengungguli  empat pasangan kandidat walikota lainnya.
PedomanBengkulu.com menulis, kemenangan  Helmi itu terkesan menyebalkan.
Media ini menyoroti sikap Helmi yang memilih meninggalkan Kota Bengkulu, padahal seharusnya dia berada di tengah-tengah warga dan melaksanakan kampanye, merebut simpati rakyat. Seperti lazim dilakukan semua kontestan.
Helmi kembali ke Bengkulu hanya sepekan menjelang pemilihan berlangsung  pada tanggal 21 Juni 2018.

Selama meninggalkan Bengkulu, Helmi fokus kepada ibadah, mendekatkan diri kepada Allah.
Apalagi sebelumnya, Helmi memang tak berniat untuk mencalonkan diri. Di Lampung ia pun sebenarnya dicalonkan juga untuk maju berpasangan dengan calon petahana Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo pada Pilkada 2018.

Hati  Helmi baru luluh setelah ribuan doa dilantunkan agar ia kembali mencalonkan diri di Bengkulu. Tepat sebelum masa penutupan pendaftaran pencalonan Pilwakot  pada tanggal 10 Januari 2018, bersama kader Partai Gerindra Dedy Wahyudi, wakilnya, Helmi mendatangi KPU Kota Bengkulu.
Sebelum masuk ke KPU Kota Bengkulu, Helmi dan Dedy sempat dicegat oleh kader Partai Demokrat yang secara tiba-tiba menyatakan dukungannya terhadap pasangan itu. Padahal keduanya tidak pernah mengikuti proses seleksi calon walikota/wakil walikota di Partai Demokrat. Partai Demokrat menyatakan dukungan dengan tulus, tanpa komitmen atau kompensasi apapun.

Masalah “komitmen”  dan
“ konpensasi” inilah sebenarnya yang menjadi perhatian utama Helmi sehingga tidak bersedia dicalonkan tempo hari. Komitmen dalam dunia politik sudah menyimpang dari pengertian sesungguhnya yaitu memegang teguh janji. Komitmen yang terjadi sekarang ini berubah makna yang melahirkan  fitnah. Di situ terjadi proses tawar menawar uang mahar yang mengatas namakan rakyat. Mengotori demokrasi. Mengotori amanah dari Tuhan.

Keputusan Helmi meninggalkan Bengkulu ternyata tepat. Seluruh pembangunan yang dilakukan Helmi Hasan selama menjabat sebagai walikota periode pertama 2013-2018  menjelma sendiri menjadi alat kampanyenya yang efektif.
Ketika rakyat melihat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bengkulu dan merasakan pelayanan kesehatannya yang ramah rakyat mengingat Helmi Hasan. Apalagi bagi masyarakat tak mampu yang merasakan sendiri pelayanan itu tidak pilih -pilih golongan masyarakat.
Taman Smart City, Taman Pantai Berkas, Taman Nusa Indah, dan taman-taman lainnya, seakan bekerja mengkampanyekan Helmi Hasan. Ketika rakyat melewati ribuan titik jalan kota yang mulus dan lebar lengkap dengan trotoar serta drainasenya, rakyat mengingat Helmi Hasan.
Puluhan ribu warga telah menerima bantuan modal usaha Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake) sepanjang lima tahun Helmi menjabat sebagai Walikota.
Sepanjang tahun sejak berkuasa tahun 2013, Helmi menjenguk warga kota yang sakit dan membawanya berobat hingga sembuh dengan program Jemput Sakit Pulang Sehat (JSPS.

Helmi tidak perlu blusukan ke berbagai pelosok untuk bisa meyakinkan rakyat. Dia juga tidak perlu menggambarkan diri seperti orang terdzolimi mengiba-iba empati rakyat. Atau membagi- bagikan cendera mata berlogo wajahnya. “ Rakyat tidak butuh hal-hal yang sifatnya situasional seperti itu,”kata Helmi.
Sejak memimpin Bengkulu Helmi setiap hari melakukan safari dari masjid ke masjid. Ia melaksanakan salat berjamaah bersama warga seraya menyediakan waktu mendengar keluh kesah dan mencarikan solusi berbagai permasalahan kota. Ia selalu selalu disertai  perangkat Pemerintahan melakukan safari. Dengan demikian, begitu ambil keputusan, langsung bisa diwujudkan.
Kerja nyatanya  itulah yang membuat politisi PAN tersebut merasa yakin bahwa ia tak perlu melakukan apapun dalam pencalonannya kembali sebagai Walikota Bengkulu periode jabatan 2018-2023.  Alhasil, kemenangan  Helmi bersih, tanpa politik bagi-bagi sembako maupun uang.
“Kekuasaan itu given (diberikan), amanah yang sangat berat. Semoga Allah tolong kita sebagaimana para sahabat dulu, “ucapnya.

Optimalisasi, salah satu program baru andalannya priode kempemimpinan sekarang. Ini untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Bengkulu. Hilmi mengerahkan seluruh kendaraan dinas pemkot untuk mengangkut warga setiap pagi ke kantor dan sore pada waktu pulang kerja. Warga tinggal membuka aplikasi HDBengkulu City untuk dapat mengakses kendaraan dinas pemkot.  Mobil dinas Walikota sendiri khusus untuk layanan warga yang jadi pengantin.

Di akhir kunjungan silaturahminya malam itu, saya berjanji akan memenuhi  undangannya ke Bengkulu. Untuk mengecek ricek kebenaran tentang pembangunan Kota Bengkulu. Mengecek program- program yang menyejahterakan rakyat. Supaya  bisa menjadi bahan tulisan untuk menginspirasi seluruh pejabat dan calon pejabat publik supaya menghentikan seluruh keluh kesah, saling menyalahkan, saling memfitnah, saling membongkar borok antar sesama demi bisa duduk di kursi pemerintahan. Memang perlu ditumbukan kesadaran keoada mereka. Jabatan  atau amanah yang diperoleh dengan cara itu hanya menimbulkan luka mendalam pada sesama anak bangsa. Insya Allah.



Berita Terkait