Hari Keempat, Pencarian Enam Korban Longsor di Nganjuk Terus Dilakukan | Cek&Ricek
Ilustrasi: Pencarian Terakhir Korban Longsor Nganjuk Operator. Ekskavator melakukan pencarian jasad korban pada hari terakhir di area longsor Desa Kepel, Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (19/4). (FOTO ANTARA/Prasetia Fauzani/zk/17)

Hari Keempat, Pencarian Enam Korban Longsor di Nganjuk Terus Dilakukan

Ceknricek.com -- Petugas gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI/polri serta relawan melanjutkan pencarian enam korban longsor yang saat ini masih belum ditemukan setelah musibah tanah longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, terjadi Minggu (14/2/21).

"Hingga sekarang masih enam korban lagi. Pencarian tetap dilanjutkan, cuaca juga bagus," kata Kepala Basarnas Jatim Hari Adi Purnomo di Nganjuk, Kamis (18/2/21).

Petugas gabungan juga tetap fokus pencarian para korban di sektor A yang berada di sebelah utara. Hal itu juga sesuai dengan keterangan perangkat desa setempat dan warga selamat yang tinggal di sekitar lokasi tanah longsor.

Dalam pencarian para korban, petugas juga tetap mengandalkan kekuatan eskavator. Terdapat lima unit eskavator yang dioperasionalkan. Selain itu, juga ada bantuan dari anjing pelacak, dengan harapan posisi korban segera ditemukan.

"Pola sama, mengandalkan kekuatan eskavator. Kalau manual tidak akan mampu dengan timbunan tanah lengket itu," kata dia.

Hari juga mengatakan, saat proses pencarian para korban tersebut petugas memang harus berhati-hati, karena tanah labil dan agak gembur. Hal itu efek dari hujan yang setiap hari terjadi.

Pihaknya berharap tidak ada longsor susulan di lokasi, agar pencarian bisa lebih dioptimalkan. Diharapkan pencarian hari keempat ini seluruh korban bisa ditemukan.

Pada pencarian Rabu (17/2/21) terpaksa dilakukan penghentian pencarian lebih cepat, karena hujan yang turun. Hal itu mengantisipasi terjadinya longsor susulan mengingat tanah di daerah tersebut masih labil.

"Kami juga antisipasi cuaca mulai gelap sudah langsung pasukan kami geser. Memang tanahnya gembur, untuk itu, operator dari eskavator kita berikan briefing (pengarahan) tentang safety (keamanan) bagi mereka," kata dia.

Terjadi tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa/kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, pada Minggu setelah hujan deras mengguyur daerah ini. Akibatnya, 10 rumah warga rusak, yakni delapan rumah warga tertimbun dan dua rusak berat.

Di daerah tersebut, ada 186 orang warga yang terdata. Dari jumlah itu, 21 orang di antaranya dinyatakan hilang. Setelah pencarian, dua orang berhasil selamat, enam orang masih dicari dan sisanya sudah meninggal dunia.

Baca juga: 101 Warga Mengungsi Pascalongsor Desa Ngetos

Baca juga: Pencarian 16 Orang Korban Longsor di Nganjuk Masih Terus Dilakukan



Editor: Prasetyo Agung G


Berita Terkait