Hayao Miyazaki akan Buat Satu Film Lagi untuk Studio Ghibli | Cek&Ricek wardah-colorink-your-day
Foto: Istimewa

Hayao Miyazaki akan Buat Satu Film Lagi untuk Studio Ghibli

Ceknricek.com -- Animator legendaris dari Jepang sekaligus pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki, akan keluar dari masa pensiunnya untuk membuat satu film lagi.

Ia mengatakan kepada New York Times, dikutip pada Rabu, (24/11/21) bahwa ia akan mengarahkan proyek fitur panjang baru berjudul "How Do You Live?", yang didasarkan pada novel Genzaburo Yoshino di tahun 1937.

Miyazaki awalnya mengumumkan pengunduran dirinya pada tahun 2013 tetapi kemudian kembali membuat film pendek untuk Ghibli dan cucunya, Goro Miyazaki, yang baru-baru ini menyutradarai "Earwig And The Witch".

Goro mengatakan bahwa dia percaya ayahnya kembali ke pembuatan film karena dia "pada dasarnya perlu menciptakan sesuatu untuk hidup." Ketika ditanya oleh Times mengapa dia akan membuat fitur lain, Hayao berkata, "Karena saya ingin (melakukannya)."

Detail tentang film baru ini masih dirahasiakan, dengan produser Ghibli Toshio Suzuki menyebut proyek tersebut "fantasi dalam skala besar".

"Judul filmmu berikutnya adalah ‘How Do You Live?,'" tanya jurnalis NY Times. "Maukah Anda memberi kami jawabannya (seperti apa Anda hidup)?"

"Saya membuat film ini karena saya tidak punya jawabannya," jawab Miyazaki ketika ditanya bagaimana dia akan menafsirkan pertanyaan ("bagaimana Anda hidup?") sendiri.

Membahas masa depan animasi, Goro mengatakan kepada NME tahun lalu bahwa kombinasi teknologi CGI dan teknik gambar tangan bisa menjadi pilihan.

"Saya akan mengatakan bahwa setelah mencoba 3D CGI di sini di Studio Ghibli, merupakan nilai tambah bahwa kami mengetahui bahwa kami mampu melakukannya. Kalau melihat animasi satu-satunya dan animasi 3D, jelas itu dua bentuk seni yang berbeda," jelasnya.

"Namun, ada juga banyak kesamaan; menemukan kesamaan itu juga merupakan nilai tambah dan telah membuka jalan bagi proyek-proyek masa depan….Saya pikir kami akan membuat keduanya di masa depan," imbuhnya. (New York Times/Antara)


Editor: Prasetyo Agung G


Berita Terkait