Jaga Pola Makan Seimbang Saat Puasa di Tengah Pandemi Covid-19 | Cek&Ricek
Foto: Istimewa

Jaga Pola Makan Seimbang Saat Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

Ceknricek.com -- Ramadhan tahun ini bagi sebagian orang yang menjalani ibadah puasa akan terasa lebih sulit dibanding tahun-tahun sebelumnya mengingat kian meluasnya pandemi virus korona baru, Covid-19.

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga mempengaruhi kesehatan mental, sosial, bahkan spiritual.

Konsultan kesehatan Medikku dan partner aplikasi kesehatan Jovee dr Rosnah Pinontoan, Sp.GK mengungkap pola makan seimbang pun harus diterapkan agar tubuh tetap sehat selama menjalani puasa di tengah pandemi virus korona.

"Pada bulan Ramadhan terjadi perubahan waktu makan, di pagi sampai sore hari dilakukan puasa. Saat bulan Ramadhan yang mungkin terjadi adalah dehidrasi dan kekurangan mikronutrien. Usahakan tetap menerapkan pola makan seimbang dan bervariasi selama sahur dan berbuka," kata dr Rosnah dalam keterangan pers di Jakarta dilansir Antara Jumat (24/4).

Menurutnya agar tubuh kuat menjalani ibadah puasa, ia menyarankan untuk menghindari makanan yang bersifat proinflamasi seperti mengandung gula tambahan dan minyak jenuh berlebihan.

Baca juga: Tips Tubuh Tetap Sehat dan Bugar Saat Menjalankan Ibadah Puasa

Selain itu, ia menambahkannya juga alternatif suplemen makanan yang disarankan yang fsoat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan tubuh, seperti multivitamin, habbatussauda dan sari kunyit (tumeric).

"Jika sulit memenuhi pola makan seimbang dan bervariasi, tambahan suplemen dapat dipertimbangkan, agar kesehatan tetap terjaga," kata dr Rosnah.

Multivitamin dapat membantu memelihara kesehatan dan meningkatkan sistem imun dalam tubuh karena mengandung beberapa jenis vitamin sesuai kebutuhan tubuh antara lain vitamin C, vitamin B kompleks, vitamin E, Kalsium, dan Zat Besi yang dapat mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. 

Tidak hanya itu, menurut Rosnah kandungan mineral dari multivitamin juga dapat  membantu memaksimalkan antioksidan, sehingga dapat melawan radikal bebas.

Habbatussauda merupakan salah satu sumber thymoquinone memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi dan antioksidan. Hal ini membantu mencegah kerusakan sel dan meningkatkan kerja sistem imun dalam tubuh untuk menangkal radikal bebas dari luar. 

Selain itu, habbatussauda dapat menjaga lapisan sel pada lambung dan meningkatkan aktivitas sel beta dalam pankreas dalam mengatur gula darah.

Sementara sari kunyit memiliki kandungan zat curcumin yang berfungsi sebagai anti-inflamasi untuk mengurangi peradangan terhadap berbagai penyakit kronis, membantu mengendalikan diabetes, menetralisir radikal bebas sehingga dapat mencegah kerusakan sel pada tubuh. 

Curcumin yang terkandung di dalam kunyit sangat dibutuhkan di saat bulan Ramadhan karena dapat membantu mengurangi frekuensi kekambuhan gejala maag dan mampu bekerja mengendalikan produksi asam lambung serta empedu berlebih. 

BACA JUGA: Cek INTERNASIONAL, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.



Berita Terkait