Jubir Satgas: Pakai Masker Tidak Mengurangi Asupan Oksigen | Cek&Ricek kula-coffee
Sumber: Istimewa

Jubir Satgas: Pakai Masker Tidak Mengurangi Asupan Oksigen

Ceknricek.com—Melonjaknya kembali penderita covid, membuat Satgas Covid-19 pusat semakin mengintensifkan kampanye protokol kesehatan pada masyarakat. Salah satu yang coba diluruskan adalah hoax soal penggunaan masker, yang dituduh bisa mengurangi asupan oksigen. Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro memastikan,, penggunaan masker tak akan mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh.

"Masker tidak akan mempengaruhi jumlah asupan oksigen ke dalam tubuh kita, jadi jangan khawatir akan kekurangan oksigen apabila kita menggunakan masker," kata Reisa dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (16/5/21).

Menurut Reisa, masker yang paling direkomendasikan ialah masker medis yang mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan. Sementara, jika hendak menggunakan masker kain, harus dipastikan bahwa kain yang digunakan minimal 3 lapis. Tiga lapis kain itu, pertama, yang berbahan hidrofilik seperti katun. Kemudian lapisan kedua bisa berupa katun atau polyester. Lapis ketiga atau bagian masker yang paling luar menggunakan lapisan yang sifatnya hydrophobic atau anti-air, yakni bisa terbuat dari polypropylene.

Reisa mengatakan, masker maksimal digunakan selama 4 jam. Apabila basah atau lembab maka masker harus segera diganti. Ia mengingatkan bahwa penggunaan masker yang benar yakni yang menutupi hidung dan mulut sepenuhnya.  Ia juga menyarankan agar mencuci tangan sebelum memakai dan melepas masker.

“Dan ingat, hanya sentuh bagian talinya dan jangan sentuh bagian depan masker, bagian tersebut sudah tidak bersih dan beresiko mengandung droplets," ujar Reisa.

Reisa menyebut, masker harus dikenakan ketika berada di luar rumah atau keramaian. Jika terpaksa melepas masker, upayakan untuk tak membukanya di ruang tertutup yang dipadati banyak orang.

Sebab, kata dia, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 merupakan mikroorganisme yang bisa melayang di udara, apalagi di ruang tertutup. Virus tersebut dilepaskan ketika seseorang bicara, bernyanyi, batuk, bersin, yang menghasilkan tetesan dalam berbagai ukuran. Tetesan atau buliran air ini lah yang membawa virus dan menularkan penyakit.

Oleh karenanya, Reisa meminta seluruh pihak menggunakan masker dengan baik dan benar. "Jadi, mau membuka masker pikirkan matang-matang, lihat situasi sekitar, kenali ancaman, jangan ambil risiko. Hanya karena kita lengah kita dapat menyesal kemudian," kata  Reisa.


Editor: Ariful Hakim


Berita Terkait