Kepala BNPB Tinjau Lokasi Terdampak Gempa di Bali | Cek&Ricek wardah-colorink-your-day
Foto: Istimewa

Kepala BNPB Tinjau Lokasi Terdampak Gempa di Bali

Ceknricek.com-- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito S.E. M.M., tiba di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Minggu (17/10/21) untuk melakukan peninjauan lokasi gempa di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Bangli.

Gempa yang melanda wilayah Provinsi Bali dengan Magnitudo M4,8 pada Sabtu (16/10/21) pukul 03.18 WIB menyebabkan kerusakan di sejumlah titik dan jatuhnya korban jiwa. Daerah yang memiliki dampak cukup besar yakni berada di Kabupaten Bangli dan Kabupaten Karang Asem.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun per Sabtu (16/8/21), pukul 18.00 WIB, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat jumlah korban jiwa meninggal dunia (MD) 2 orang, luka berat (LB) 2 orang, luka ringan (LR) 4 orang di Kabupaten Bangli dan 1 orang (MD), 11 orang (LB), 8 orang (LR) di Kabupaten Karangasem.

Rombongan terlebih dahulu mengujungi posko di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem untuk memastikan bahwa proses penanganan berjalan dengan baik. Dalam arahannya, Ganip menyampaikan duka yang mendalam bagi warga yang terdampak gempa bumi.Selain itu, Ganip juga memastikan seluruh kebutuhan dasar terpenuhi bagi para korban terdampak.

Untuk mempercepat proses penanganan darurat, BNPB memberikan bantuan kepada pemerintah setempat berupa 443 paket lauk pauk, 152 paket tambahan gizi, 60 paket makanan siap saji dan 20 unit tenda keluarga untuk masing-masing pemerintah daerah yakni Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Bangli.

Ganip juga berpesan agar warga tetap tenang dan jangan panik. Program-program yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten kota atau provinsi yang dibantu BNPB, BPBD, BMKG, Basarnas, TNI-POLRI dan Tim gabungan lainnya harus sering dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan.

Warga diminta untuk dilatih dan diberikan edukasi terkait literasi kebencanaan. Selain itu, kegiatan siskamling juga bisa dilaksanakan setiap malam. Warga berjaga untuk antisipasi risiko yang muncul seperti gempa susulan. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan dibangun oleh masyarakat itu sendiri. Kepemimpinan erangkat daerah harus bisa mengajak warga untuk lebih siap menghadapi risiko yang akan terjadi.

 


Editor: Ariful Hakim


Berita Terkait