Foto: Republika

Menteri BUMN Tunggu Pengakuan Direksi Garuda Soal Kisruh Barang Selundupan

Ceknricek.com -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengulang kembali peringatannya, agar oknum di Garuda Indonesia yang menyelundupkan sparepart motor gede (moge), Harley Davidson, mengakui kesalahan mereka. Ia menegaskan, lebih baik oknum yang bersangkutan mengaku dan mengundurkan diri atau dipecat saat terbukti.

"Sesegera mungkin. Kalau bisa hari ini ya hari ini. Bisa aja dicopot tapi harus punya bukti ya," kata Erick kepada Antara, di Kementerian Politik Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis (5/12).

Erick saat ini tengah menunggu keputusan Direktorat Jenderal Bea Cukai terkait status perpajakan barang mewah tersebut. Dia akan menggunakan asas praduga tak bersalah sebelum memutuskan untuk memecat oknum di maskapai pelat merah tersebut.

"Saya rasa bahwa proses praduga tak bersalah harus tetap ada, tapi kita lihat sekarang kan bukti-buktinya luar biasa, kita tunggu keputusan bea cukai, saya yakin tidak akan lama," ujarnya.

Sumber: Istimewa

Menurut Erick, seorang pemimpin harus berani mengakui kesalahannya dan tidak mengorbankan orang lain. Ia meminta jawaban dari pihak Garuda Indonesia secepatnya sebelum bukti-bukti tak dapat terbantahkan, dan ia akan melaksanakan ancamannya tersebut.

Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya Setelah 4 Tahun, Menteri BUMN Hadiri Raker DPR RI

Dalam hal ini, Erick mempertimbangkan keluarga dan sanak saudara yang akan terkena imbasnya, apabila ini masuk ranah hukum. "Kebayang tekanannya seperti apa, apalagi kalau punya anak masih sekolah. Saya tidak mau menghakimi (tanpa bukti)," katanya.

Skandal Penyelundupan

Aroma skandal penyelundupan itu merebak, Minggu (17/11) lalu, saat Garuda Indonesia membawa pesawat Airbus A330-900 Neo yang baru saja diserahterimakan dari pabriknya di Prancis. Pesawat baru tersebut mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, dan langsung menuju hanggar PT GMF AeroAsia Tbk., anak usaha Garuda.

Setelah sampai di hanggar, dilakukan pengecekan oleh pihak Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan sesuai dengan aturan yang berlaku bagi penerbangan internasional.

Sumber: Tribun

Dari pemeriksaan, pesawat tersebut ditemukan membawa bagasi 18 kotak yang seluruhnya memiliki claim tag sebagai bagasi penumpang. Sebanyak 15 bagasi tersebut berisi Harley Davidson bekas dengan kondisi terurai atas nama penumpang SAW. Sementara tiga koli berisi sepeda Brompton baru beserta aksesoris sepeda.

Direktur Kepabeanan Internasional & Antar lembaga Ditjen Bea Cukai Kemenkeu, Syarif Hidayat, menyebutkan bahwa, saat ini proses penelitian lebih lanjut sedang dilakukan terhadap pihak ground handling dan penumpang yang bersangkutan.

Manajemen Garuda Indonesia sempat membantah bahwa yang membawa motor Harley Davidson tersebut adalah direksi. "Bersama ini disampaikan bahwa yang terjadi adalah adanya karyawan yang membawa beberapa spare part dalam penerbangan tersebut," kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (3/12).

Menteri Erick Thohir rupanya tak peduli. Siapapun yang melakukan perbuatan tidak terpuji itu harus dicopot. "Kalau benar ya harus dicopot, yang lebih baik lagi sebelum ketahuan mengundurkan diri kayak pasukan samurai Jepang," katanya.

BACA JUGA: Cek BIOGRAFI, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.



Berita Terkait