Foto: Merdeka.com

Pangdam Cendrawasih, Pencarian Heli MI 17 Terus Dilakukan

Ceknricek.com -- Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menegaskan pencarian helikopter MI 17 nomor seri HA-5138 terus dilakukan hingga ditemukan. 

"Untuk heli, sampai kini belum ditemukan, bersabar, tapi tetap kami lakukan pencarian," katanya di Jayapura, Papua, Sabtu (13/7). 

Menurut dia, Papua mempunyai cuaca terbilang sangat ekstrem dengan hutan di pedalaman yang sangat lebat dan kontur pegunungan menjulang dan curam. 

"Dari 2004 hingga kini, kalau tidak salah ada delapan pesawat termasuk heli yang jatuh di pedalaman Papua, yang beberapa di antaranya hingga kini tidak ditemukan," katanya. Dia mencontohkan, pilot Policarpus pernah jatuh bersama pesawatnya di daerah Pegunungan Bintang dan itu pun memerlukan waktu untuk mencarinya. 

"Kalau tidak salah itu 32 hari baru Policarpus keluar atau ditemukan di hutan. Tapi, soal Heli MI 17, kami tetap semangat untuk mencari hingga ditemukan," katanya. 

Ketika ditanya soal jumlah senjata api yang dibawa kru heli dan lima personel Satgas Pamtas 725/WRG yang ikut hilang kontak, dan dikhawatirkan ditemukan oleh oknum tidak bertanggung jawab atau dari KKSB, Yosua enggan menyebutkan jumlahnya. 

Sumber: Antara

"Jadi, ini soal risiko dalam suatu operasi. Kalau pesawat jatuh, kami tidak tahu. Itu kan asumsi dari Anda (wartawan), belum tentu juga ditemukan, buktinya pesawat heli super puma milik TNI AU, jatuh itu 2,5 tahun baru ditemukan, dan manusianya dalam keadaan utuh (termasuk senjata api). Jadi, jangan dulu berandai-andai, diambil oleh pihak seberang. Itu prematur," katanya lagi.

Untuk diketahui, helikopter MI-17 dengan nomor registrasi HA-5138, yang membawa 12 penumpang dan kru, hilang pada Jumat (28/6). Heli itu terbang dari Oksibil menuju Jayapura pada pukul 11.44 WIT. 

Sesaat setelah terbang, pukul 11.49 WIT, pilot sempat mengucapkan terima kasih setelah melaporkan bahwa heli berada di ketinggian 7.800 kaki, 6 mil laut ke utara. Namun, selang 1 jam, tak ada kabar dari heli tersebut. 

Pukul 13.19 WIT, petugas di Bandara Sentani mengontak Bandara Oksibil untuk menanyakan keberadaan helikopter milik TNI Angkatan Darat tersebut dan tak ada respons. 



Berita Terkait