Peneliti Ingatkan Pentingnya Penguatan Tanah Rawan Longsor | Cek&Ricek
Sumber Ilustrasi: Tanah longsor di Banjarnegara/Okezone

Peneliti Ingatkan Pentingnya Penguatan Tanah Rawan Longsor

Ceknricek.com -- Indra Permanajati peneliti sekaligus dosen Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, mengingatkan pentingnya penguatan lereng di daerah yang rawan tanah longsor. 

"Untuk mencegah longsor yang perlu disoroti adalah teknik rekayasa bangunan perumahan dan perkuatan lereng di lahan rawan longsor," katanya di Purwokerto, Kamis (16/1). 

Kepada Antara, dosen Mitigasi Bencana Geologi, Jurusan Teknik Geologi Universitas Jenderal Soedirman itu menambahkan, rekayasa bangunan perumahan dan perkuatan lereng di lahan rawan longsor perlu penanganan yang tepat. 

"Untuk melakukan itu memerlukan teknik rekayasa, namun hal sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan menanam pohon berakar kuat hingga mitigasi struktural seperti membuat talud atau bronjong," katanya.

Indra mengingatkan agar masyarakat tidak menanam sayur dan padi di lahan yang miring atau rawan longsor. "Saran kami jangan menanam padi di lereng atau lahan yang miring, hanya untuk lahan yang datar saja yang boleh menanam padi dan sayur," katanya. 

Dia menambahkan, pihak pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk membuat program rekayasa penguatan lereng guna mengurangi risiko tanah longsor. Upaya mitigasi perlu segera dilakukan mengingat puncak musim hujan masih berlangsung hingga bulan Februari. 

Baca Juga: Pemerintah Bantu Perbaikan Rumah Korban Banjir dan Longsor hingga Rp50 Juta

Menurut Indra, masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana tanah longsor pada geometri lereng yang curam. "Kondisi tanah yang berlokasi di lereng curam biasanya memiliki tingkat ketebalan yang tinggi sehingga sangat berpotensi terjadinya longsor khususnya pada musim hujan," katanya.  

Hujan lebat dengan durasi yang lama dapat mengakibatkan tanah di wilayah lereng curam menjadi sangat lembek dan lunak, sehingga sangat mudah untuk bergerak atau longsor. 

"Sifat plastisitas tanah di lokasi yang tinggi memungkinkan tanah untuk bergerak karena pengaruh air hujan. Air akan masuk ke dalam tanah dan mengubah karakter tanah yang padat menjadi cair sehingga memungkinkan tanah untuk bergerak dan menjadi aliran tanah," katanya.

BACA JUGA: Cek SEJARAH, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.


Editor: Farid R Iskandar


Berita Terkait