Presiden Jokowi: Libatkan Pengusaha Muda dalam Pekerjaan BUMN | Cek&Ricek
Sumber: Setkab

Presiden Jokowi: Libatkan Pengusaha Muda dalam Pekerjaan BUMN

Ceknricek.com -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pekerjaan yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukan hanya dikerjakan oleh BUMN itu sendiri, namun juga diberikan kepada swasta terutama para pengusaha-pengusaha muda yang terhimpun dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Pesan itu disampaikan presiden saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI periode 2019-2022, di Dian Ballroom Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta, Rabu (15/1).

“Saya sudah titip kepada Bang Erick Thohir, Pak Erick Thohir agar jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada di BUMN itu semuanya dikerjakan oleh BUMN sendiri,” katanya.

Presiden Jokowi mengatakan, instruksi itu sudah dilakukan sebelumnya, namun sekarang akan lebih jelas karena yang memegang Kementerian BUMN adalah dari keluarga HIPMI, Erick Thohir, salah satu pengurus HIPMI ketika ketua umumnya Sandiaga Uno pada 2005-2008.

"Berikan porsi yang besar pada pengusaha muda, jangan sampai habis dikerjakan oleh anak-cucu perusahaan BUMN. Kerjakan oleh swasta-swasta, terutama dari pengusaha muda yang terhimpun dalam HIPMI," kata Presiden Jokowi.

Baca Juga: UEA Dukung Pembangunan PLTS Terapung di Cirata dengan Investasi Rp1,8 Triliun

Kepala Negara mengungkapkan bahwa di BUMN dalam satu tahun ada sekitar Rp2.400 triliun yang bisa dikerjakan bersama dalam kemitraan ini.

Sumber: Tempo

"Dari angka itu seharusnya kita bisa menumbuhkan pengusaha muda naik kelas. Dari kecil ke menengah, yang menengah menjadi besar. Berikan peluang kepada mereka," kata Jokowi.

Presiden kembali meminta kepada para pengusaha yang tergabung dalam HIPMI untuk mengonfirmasi langsung kepada Menteri BUMN, Erick Thohir, terkait kemitraan BUMN dengan pengusaha muda ini.

Kepala negara juga menyebut Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, merupakan mantan Ketua HIPMI periode 2015-2019, yang kini memiliki target investasi tidak kecil, yakni sekitar Rp800 hingga Rp900 triliun tiap tahunnya.

"Saya sudah titip pada beliau agar dikawinkan, agar dimitrakan investasi yang datang ke sini dengan pengusaha lokal nasional kita. Jangan sampai mereka jalan sendiri, dan itu bisa dilakukan saat mereka datang minta izin investasi di sektor-sektor yang ada di Indonesia," kata Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Cek Berita SELEBRITI, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.



Berita Terkait