Ragam Jenis Cuka dan Manfaatnya untuk Tubuh | Cek&Ricek
Foto: Istimewa

Ragam Jenis Cuka dan Manfaatnya untuk Tubuh

Ceknricek.com -- Cuka atau yang biasa disebut vinegar mudah ditemukan di dapur, namun yang popular hanyalah cuka putih dan cuka sari apel padahal ada banyak jenis lainnya.

Cuka dibuat melalui proses fermentasi cairan beralkohol atau cairan manis yang telah difermentasi untuk menghasilkan etanol oleh bakteri asam asetat.

Beberapa bahan fermentasi, seperti kelapa, beras, kurma, kesemek, madu, dan lain-lain, dapat digunakan untuk membuat cuka.

Berikut adalah berbagai jenis cuka yang tersedia di pasar dan manfaatnya, seperti dilansir Boldsky dan Antara, Jumat (15/1/21).

1. Cuka Sari Apel

Cuka sari apel dibuat dari sari apel atau mustar. Apel difermentasi dan melewati proses ekstensif untuk mengembangkan produk akhir. Cuka ini berwarna kuning pucat ini dibuat dari apel yang diperas, yang menambahkan rasa buah ke dalamnya.

Selain kaya nutrisi, cuka sari apel juga sering digunakan dalam salad, chutney, pengawet makanan, dan bumbu perendam. Manfaat kesehatan dari cuka sari apel di antaranya mengatur kadar gula darah, meningkatkan kesehatan usus, menurunkan berat badan, menyembuhkan sakit tenggorokan, meningkatkan kesehatan jantung dan lainnya.

2. Cuka Anggur Merah/Putih

Cuka ini biasanya digunakan untuk memasak. Cuka ini dibuat dari campuran anggur merah atau putih.

Dari ciri-cirinya, cuka putih memiliki rasa yang tajam, sedangkan cuka merah dibumbui dengan raspberry alami.  Sementara itu, cuka merah biasanya digunakan dalam olahan daging babi, sedangkan cuka putih digunakan untuk olahan ayam/ikan.

Manfaat kesehatan dari cuka merah dan putih adalah sebagai obat untuk gangguan pencernaan, membantu memperlambat tanda-tanda penuaan. Asam asetat pada cuka jenis ini terbukti bermanfaat mengurangi lemak tubuh serta membantu meningkatkan kualitas kulit.

3. Cuka Beras

Cuka beras adalah salah satu bentuk cuka kuno, yang tidak terlalu populer di industri kesehatan. Cuka ini dibuat dengan memfermentasi anggur beras. Ccuka beras tersedia dalam warna putih, merah atau hitam dan juga tersedia dalam bentuk yang dibumbui atau tidak berbumbu serta mengandung asam asetat dan asam amino dalam jumlah sedang.

Cuka beras putih digunakan untuk mengawetkan sayuran, sedangkan cuka beras merah digunakan untuk membuat saus atau celupan. Manfaat kesehatan dari cuka beras adalah membantu melancarkan pencernaan, mengobati kelelahan, meningkatkan kekebalan tubuh dan meningkatkan kesehatan jantung dan hati.

4. Cuka Balsamic

Cuka balsamic secara tradisional dikenal sebagai cuka warna cokelat tua yang dibuat dari anggur tanpa filter dan tidak difermentasi. Tidak seperti jenis cuka lainnya, cuka balsamic tidak diperoleh dari alkohol yang difermentasi tetapi dibuat dari buah anggur yang diperas dan dibiarkan menua seperti anggur.

Cuka balsamic kaya akan antioksidan dan mengandung kolesterol rendah serta lemak jenuh. Manfaat kesehatan dari cuka ini di antaranya dapat membantu mengurangi risiko kanker, serangan jantung, meredakan nyeri dan menekan nafsu makan.

5. Cuka Malt

Cuka berwarna emas muda ini populer di Austria, Jerman, dan Belanda. Ini terutama terbuat dari bir dan memiliki rasa malty yang tajam. Cuka malt mengandung asam asetat, diencerkan antara 4 persen dan 8 persen keasaman, yang membuatnya menjadi bahan yang sangat baik dalam manajemen berat badan.

Manfaat kesehatan dari cuka malt di antaranya membantu mengontrol kadar gula, rendah kalori sehingga bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan membantu menurunkan kolesterol.

6. Cuka Tebu

Jenis cuka ini diekstrak dari tebu dan biasa digunakan di Filipina. Rasa cuka tebu seperti cuka beras. Namun, berbeda dengan namanya, cuka tebu tidak manis dan memiliki rasa yang mirip dengan jenis cuka lainnya.

Manfaat kesehatan dari cuka tebu di antaranya dapat membantu meningkatkan kualitas kulit, mengelola myringitis granular serta membantu mengelola glikemia.

Baca juga: Daftar Makanan Penambah Imun Wanita Usia Paruh Baya, Ada Biji Chia hingga Yoghurt

Baca juga: Manfaat Vitamin C dan Jumlah Asupan Harian yang Dibutuhkan Tubuh


Editor: Ariful Hakim


Berita Terkait