Foto: Basarnas.go.id

Rekam Jejak Rescue Boat 220 Mataram, Kapal Pencari KM Multi Prima I

Ceknricek.com – Kapal Kargo Multi Prima I Tenggelam, 7 ABK dinyatakan hilang. Tim SAR mengerahkan Rescue Boat (RB) 220 Mataram mulai Minggu, (25/11) pagi untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

Rescue Boat (RB) 220 Mataram merupakan salah satu kapal sarana milik SAR Mataram. Kapal ini masuk dalam kelompok kapal kelas II versi SAR dengan panjang 30 meter dan lebar 6 meter. Kapal Negara satu ini merupakan sarana pencarian dan pertolongan yang dilengkapi peralatan SAR.

Hasil penelusuran ceknricek, RB 220 Mataram selama 6 bulan terakhir melakukan setidaknya 6 kali proses pencarian dan evakuasi korban. Beragam keadaan ditangani mulai dari korban yang terjatuh ke laut, kapal mati mesin, hingga kapal yang kandas.

Berikut adalah rekam jejak pencarian dan evakuasi korban oleh tim SAR Mataram yang menurunkan armada RB 220 Mataram.

Sabtu, 10 November 2018

Deni Alkarim (27), warga Labuhan Poh dilaporkan hilang oleh bapak Saefudin. Berdasarkan laporan tersebut, ia jatuh dari sampannya saat memancing ikan di Labuhan Poh, Lombok Barat.

Tim SAR mengerahkan RB 220 Mataram dan tim rescue menggunakan 2 unit rubber boat. Pencarian juga dibantu oleh Pol Air Lembar, Polsek Sekotong, BPBD Lombok Barat, Dive Zone dan perahu masyarakat setempat.

Sempat terjadi insiden 4 penyelam dari pihak Dive Zone hilang di hari ketiga pencarian. Keempat penyelam yang terlibat dalam pencarian tidak kembali ke kapal hingga malam hari. Beruntung nelayan setempat menemukan mereka dalam keadaan selamat pada pukul 9 pagi esok harinya.

Memasuki hari ke-7 operasi, Jumat (16/11), Tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan pencarian. Setelah berkoordinasi dengan unsur terkait dan pihak keluarga, proses pencarian ditutup karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Selasa, 25 September 2018

Sebuah kapal bernama Latih 2 berangkat dari pelabuhan Lembar, Minggu (23/09) menuju Gili Trawangan untuk kegiatan latihan memancing. Keesokan harinya, Latih 2 mengalami mati mesin di barat Gili Trawangan.

Selasa (25/9) pukul 01:14 WITA, Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram mendapat laporan dari Kepala Sekolah SMK Kelautan Mataram perihal kapal yang mati mesin. Terdapat 6 orang siswa dan 1 Nahkoda serta 3 ABK yang mengangkut kapal tersebut.

Tiga jam kemudian, Tim SAR menemukan kapal Latih 2 setelah menempuh jarak sekitar 20 NM (sekitar 37 KM). Proses pencarian dibantu oleh Pol Air Lembar dan rekan siswa SMK Kelautan Mataram. Kapal Latih 2 beserta seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Senin, 17 September 2018

Park Ji Su (22), perempuan berkebangsaan Korea Selatan hilang di perairan Gili Trawangan pada Rabu, (12/9). Dikabarkan Su bersama teman prianya, Seo Hyeong Do (18) sedang snorkling. Setengah jam setelahnya, Seo ditemukan di pesisir pantai tanpa menggunakan pelampung dan fin dalam kondisi meninggal dunia.

Tim rescue Pos Siaga SAR Bangsal bersama instansi terkait melakukan pencarian sejak Rabu (12/9). Hingga hari ke-6, Su belum ditemukan dan Basarnas Mataram menerjunkan tambahan armada yakni RB 220 Mataram. Tim SAR memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian dari 7 hari menjadi 10 hari atas permintaan Kedutaan Besar Korea Selatan dan pihak keluarga

Hari ke-8, Tim SAR bersama kapal TNI AL mengerahkan 20 personel  untuk pencarian. Memasuki hari ke-10, titik terang tanda-tanda keberadaan korban tidak berhasil ditemukan. Berbagai usaha seperti pencarian di laut, penyelaman, penyisiran pantai, penambahan armada, hingga perluasaan area pencarian telah dilakukan, tetapi hasilnya nihil.

Senin, 27 Agustus 2018

Sekitar 06:15 WITA, 8 orang penumpang berangkat dari Lepakloang Pulau Moyo menuju Desa calabai Kec.Pekat Kabupaten Dompu menggunakan perahu. Tiba-tiba di tengah perjalanan, mesin perahu yang mereka tumpangi meledak dan membuat penumpang sontak melompat ke laut.

Salah satu penumpang, M. Amin (50) warga desa Labuan Aji, Kecamatan Labuan Badas tidak terlihat sejak melompat. Ia terseret arus deras dan angin kencang, sedangkan 7 penumpang lainnya selamat.

Tim SAR bersama Pos Pol Airud Calabai Pekat - Dompu, Dit Pol Airud Polda NTB, Pos TNI-AL Calabai. BPBD Sumbawa Besar, dan masyarakat melakukan pencarian. Sepekan pencarian di perairan sekitar lokasi kejadian, hingga pesisir pantai, tidak membuahkan hasil. Akhirnya pada Rabu, (2/9) tim SAR Gabungan menghentikan proses pencarian karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Minggu, 3 Juni 2018

Sampan yang dinaiki Wayan Budiarsaba (49), Wayan Putra (15), dan Ketut Muter (45) terseret arus karena mesin mati dan patah kemudi. Laporan diterima bahwa sampan tersebut terombang ambing di perairan Gili Gede, Lombok Barat.

Tim SAR mengerahkan RB 220 Mataram bersama Pol Airud Polda NTP, KSOP Lembar, dan nelayan setempan untuk pencarian. Setelah 2 jam pencarian, ketiga korban ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Sekotong Utara Gili Poh.

Senin, 14 Mei 2018

Sebuah kapal motor penumpang (KMP) Munic XI kandas di perairan Gili Nanggu, Lombok Barat. Kapal berangkat dari Pelabuhan Padang Bay, Bali menuju Pelabuhan Lembar. Kapal tersebut mengangkut 108 orang penumpang dan kendaraan yakni 3 truk besar, 6 truk sedang, 4 mobil, dan 7 motor, serta 22 orang ABK.

Tim SAR yang menurunkan kapal 220 Mataram bersama kapal 345 milik KPLP Lembar dan perahu karet melakukan evakuasi penumpang hingga selasa, (15/5) pukul 06:15 WITA. Seluruh penumpang dievakuasi dalam kondisi selamat.