Foto: Sony Pictures

Review “Jumanji: The Next Level”, Level Baru Konsep Sama

Ceknricek.com -- Jumanji: The Next Level (2019) yang tayang perdana di bioskop Indonesia, Rabu (4/12) akan membawa Anda ke level berikutnya dari permainan mematikan, Jumanji. Meski tak begitu banyak pembaharuan konsep dari film sebelumnya, The Next Level cukup berhasil mengkombinasikan adegan aksi dan komedi, sehingga dapat dinikmati para pencinta film beragam kategori.

Saat Jumanji: Welcome to the Jungle (2017) rilis dua tahun lalu, film ini mendapat respon positif dari para penonton. Film garapan Jake Kasdan ini dianggap berhasil mentransformasikan dunia Jumanji dari film Jumanji (1995) yang berbasiskan papan permainan, ke video game.

Selain itu, jika Jumanji (1995) lebih ke arah bagaimana dunia Jumanji muncul di dunia nyata, maka Welcome to The Jungle membaliknya menjadi para pemain dari dunia nyata yang masuk dan menikmati langsung dunia Jumanji. Dunia ini sendiri sebenarnya berbasis dari buku gambar anak-anak karangan Chris Van Allsburg dengan judul yang sama di tahun 1981.

Review “Jumanji: The Next Level”, Level Baru Konsep Sama
Sumber: Sony Pictures

Keberhasilan Jumanji: Welcome to the Jungle mentransformasikan dunia liar itu ke era lebih modern ini mendapat respon positif, hingga mencetak angka penerimaan tiket masuk (box office) hingga US$962,1 juta. Seperti tradisi film-film Hollywood, film yang menguntungkan pasti dibuat sekuelnya, maka tak heran sekuelnya pun segera keluar dua tahun berselang.

Film ini menceritakan kisah bahwa beberapa tahun setelah kejadian di film pertama, ternyata Spencer Gilpin (Alex Wolff) masih menyimpan sisa-sisa dari video game Jumanji yang sudah dihancurkan. Spencer merasa dirinya sulit melepaskan diri dari bayang-bayang Dr. Smolder Bravestone (Dwayne Johnson), sang avatar dari dunia Jumanji, khususnya setelah dirinya kesulitan mengikuti kehidupan di dunia nyata.

Hal ini membuat Spencer ingin kembali berpetualang di dunia Jumanji, yang ternyata membuat dirinya terperangkap. Ketiga temannya Martha Kaply (Morgan Turner), Anthony Fridge Johnson (Ser'Darius Blain) dan Bethany Walker (Madison Iseman) harus kembali ke dunia Jumanji untuk menolongnya.

Review “Jumanji: The Next Level”, Level Baru Konsep Sama
Sumber: Sony Pictures

Tak disangka, permainan turut menyedot kakek dari Spencer, Eddie Gilpin (Danny DeVito) dan kawannya, Milo Walker (Danny Glover) ke dalam dunia Jumanji yang liar dan berbahaya. Mereka pun harus melewati berbagai tantangan untuk bisa keluar dari Jumanji dengan selamat.

Sejujurnya meskipun film ini dinamakan Next Level, namun sebenarnya konsep film yang disuguhkan sebenarnya tak terlalu jauh berbeda. Nampaknya sang sutradara, Jake Kasdan yang juga menggarap Welcome to the Jungle ingin mengulang apa yang dilakukannya di film pertama, tanpa melakukan pengembangan yang berarti dari sisi konsep.

Review “Jumanji: The Next Level”, Level Baru Konsep Sama
Sumber: Sony Pictures

Begitu pula dengan naskah cerita yang ditulis Kasdan bersama Jeff Pinker dan Scott Rosenberg (keduanya juga menulis naskah di Welcome to the Jungle bersama Chris McKenna), sebenarnya masih menggunakan alur yang sama. Tambahannya adalah penambahan karakter Eddie dan Milo, yang ternyata berkat terjebak di dunia Jumanji berhasil menjalin kembali kisah pertemanan lama mereka.

Baca Juga: Mengintip 7 Poster Karakter Utama di Film "Jumanji: The Next Level"

Meski konsep yang dikembangkan The Next Level tak terlalu berbeda dari film Welcome to The Jungle, bukan berarti film ini tak layak dinikmati. Film berdurasi 123 menit ini cukup berhasil mengajak penonton ke ketegangan aksi-aksi dunia Jumanji, dikombinasikan dengan bumbu-bumbu komedi yang membuat film ini tak terlalu monoton.

Review “Jumanji: The Next Level”, Level Baru Konsep Sama
Sumber: Sony Pictures

Pemeran avatar game dari film sebelumnya seperti Dwayne Johnson, Karen gillan (Ruby Roundhouse), Jack Black (Professor Sheldon Oberon) dan Kevin Hart (Franklin Finbar) juga terlihat sangat menikmati perannya masing-masing. Hal ini ditambah dengan karakter baru, Ming (Awkwafina), yang membuat film ini lebih berwarna.

Kredit juga layak diberikan kepada sinematografer, Gyula Pados yang berhasil membuat para penonton terbawa dalam keasyikan dunia Jumanji. Film ini juga berhasil membuktikan kepada penonton, bahwa dunia Jumanji itu lebih luas dan berpotensi dieksplorasi lebih lanjut.

Review “Jumanji: The Next Level”, Level Baru Konsep Sama
Sumber: Sony Pictures

Pada akhirnya, film ini layak dinikmati para pencinta film dari beragam kategori. Film ini juga lulus sensor untuk semua umur, yang membuat Jumanji: The Next Level bisa dinikmati sebagai film keluarga, meski tentunya tetap memerlukan pendampingan.

Satu lagi, terdapat bonus tambahan cerita pada mid credit scene, yang menandakan potensi bahwa film ini kemungkinan bukan sekuel terakhir dari serial Jumanji. Ya, bukan tidak mungkin jika film ini nyaris menembus US$1 miliar lagi seperti dua tahun lalu, maka film Jumanji berikutnya bisa saja akan diproduksi lagi.

BACA JUGA: Cek Berita SELEBRITI, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini.



Berita Terkait