Ridwan Kamil: Cepat Lambat Vaksinasi Tergantung Pasokan Vaksin Pusat | Cek&Ricek astra-satu-untuk-indonesia
Sumber: Istimewa

Ridwan Kamil: Cepat Lambat Vaksinasi Tergantung Pasokan Vaksin Pusat

Ceknricek.com--Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), terus menggenjot cakupan vaksinasi Covid-19 di Jabar. Hanya saja, menurut Gubernur Jabar M Ridwan Kamil, cepat atau lambatnya proses vaksinasi tergantung dari pasokan pemerintah pusat ke daerah. Ia mengakui vaksinasi di Jabar terkesan lambat. Hal ini lantaran jumlah pasokan vaksin dari pemerintah pusat tidak sebanding dengan penduduk Jabar di angka 48 juta jiwa.

"Jabar dikasihnya 10 juta dosis yang berarti untuk 5 juta orang. Kenapa baru 10 persen? Ya dikasihnya juga baru segitu. Kenapa yang lain ada 30 (persen)? Ya lihat dulu penduduknya itu hanya lima juta, kalau sudah tiga juta divaksin ya sudah 60 persen. Kalau Jabar lebih banyak (penduduk)," ujarnya di Kota Bandung, Kamis (29/7/21), mengutip Antara.

Pemprov Jabar  kata Ridwan Kamil dalam vaksinasi menekankan untuk menghabiskan stok yang diberikan pemerintah pusat. Dia juga menyebut, kapasitas harian vaksinasi di Jabar sekarang 110 ribu per hari. Untuk mengejar vaksinasi di Jabar bisa tuntas pada Desember 2021 sesuai target pemerintah pusat, kata dia, kapasitas harus ditingkatkan menjadi 300 ribuan per hari.

"Sehingga kita meminta ke pusat minimal tiga juta vaksin untuk bulan Agustus tolong disiapkan. Supaya kecepatan kita bertambah," ujar Kang Emil.

"Apalagi sekarang kan sudah boleh memvaksin anak sekolah dari 12-18 tahun itu membutuhkan vaksin," katanya menambahkan.

Kang Emil mengaku, sudah menyiapkan strategi untuk mempercepat vaksinasi.  Salah satunya, semua sekolah yang saat ini kosong akan dijadikan pusat vaksinasi. Begitu juga, sambung dia, pesantren juga sudah siap di lapangan atau gedung untuk diubah menjadi pusat vaksinasi.

Selain itu, kata Kang Emil, mobil ambulans dikonversi menjadi mobil vaksinasi. Dia menyebut, personel TNI dan Polri juga turut mensukseskan program vaksinasi, termasuk perusahaan swasta.

"Karena kalau hanya mengandalkan Puskesmas, rumah sakit, klinik, maka vaksinasi kita itu hanya 60 persen ke kejarnya. Berarti 40 harus disumbang dari noninfrastruktur eksisting. Semoga dengan vaksin minimal tiga jutaan kita bisa mengejar di bulan Agustus," harap Ridwan Kamil.

 


Editor: Ariful Hakim


Berita Terkait