Rupiah Masih Melemah Meski BI Sudah Turunkan Suku Bunga Acuan | Cek&Ricek
Reuters

Rupiah Masih Melemah Meski BI Sudah Turunkan Suku Bunga Acuan

Ceknricek.com -- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta Kamis (20/2) ditutup melemah 55 poin atau 0,4 persen menjadi Rp13.750 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.695 per dolar AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp13.698 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.698 per dolar AS hingga Rp13.775 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp13.735 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.717 per dolar AS.

Baca Juga: BI: Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi Masih Terkendali

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan ada beberapa sentimen eksternal dan domestik yang turut mempengaruhi pelemahan rupiah. Dari eksternal, China melaporkan adanya penurunan dalam kasus baru virus COVID-19 namun investor tampaknya masih skeptis terhadap laporan tersebut.

"Mereka tetap berhati-hati karena virus yang sebelumnya tidak diketahui itu telah mengakibatkan lebih dari 2.000 kematian di China dan menyebar ke 24 negara lainnya," ujar Ibrahim seperti dilansir Antara.

Sentimen eksternal lainnya, People's Bank of China memutuskan suku bunga pinjaman satu tahun (LPR) diturunkan 10 basis poin menjadi 4,05 persen dari 4,15 persen pada penetapan bulanan sebelumnya. LPR lima tahun diturunkan sebesar 5 basis poin menjadi 4,75 persen dari 4,8 persen.

Dari domestik, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Februari 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen.

BACA JUGA: Cek POLITIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait