Foto: Yuni Arta Sinambela/Ceknricek.com

Saat Usia 13 Tahun, Ariel Tatum Sudah Temui Lima Psikolog

Ceknricek.com -- Ariel Tatum sejak usia lima tahun sudah terjun ke industri hiburan Tanah Air. Dirinya sudah menjadi bintang iklan dan bermain film drama musikal. Kehidupan menjadi seorang public figure ternyata menjadi tekanan bagi Ariel Tatum.

Salah satunya dengan mendapat tekanan body shaming alias cemoohan terkait bentuk fisik dari teman-temannya. "Tekanan menurut saya ya, seperti dari body shaming tekanan banget menurut saya. Pas masih SD sudah mulai temen-temen gosip-gosip, terus muncul Twitter, muncul MSpace dan lain-lain, itu salah satu faktor," cerita Ariel Tatum saat ditemui sehabis acara seminar di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (19/10). 

Karena alasan itulah tekanan demi tekanan membuat Ariel harus mencari psikolog. Saat remaja, diakui Ariel dirinya menemui psikolog tanpa sepengetahuan orang tuanya. Tak hanya satu psikolog, Ariel bahkan mencari hingga lima psikolog. 

Saat Usia 13 Tahun, Ariel Tatum Sudah Temui Lima Psikolog
Foto: Yuni Arta Sinambela/Ceknricek.com

Baca Juga: Jadi Pembicara di Seminar Let's End The Shame, Ariel Tatum Ungkap Punya Gangguan Mental

"Pertama kali cari psikolog di usia 13 tahun, saya cari sendiri. Sembunyi-sembunyi dari orang tuaku, saat itu kebetulan sudah punya uang jajan sendiri, jadi bisa cari-cari tahu. Awalnya pengen ke klinik langsung saja, coba satu, coba dua, tiga, sampai lima psikolog. Ternyata tidak menemukan jalan keluarnya," ungkapnya.

"Semua bilang saya bipolar, anxiety, ada trauma masa laluSaya tidak terima waktu itu. Saya stres sendiri terus cari di Google tapi keluarnya menakutkan, akhirnya coba didiamkan beberapa saat," sambung Ariel. 

Karena tidak menemukan jalan keluar kala itu, Ariel pun mengatakan sempat ingin mencoba bunuh diri. Ia juga mulai suka melukai diri sendiri.

"Saya mulai suka melukai diri sendiri di tempat yang orang tidak tahu atau tidak bisa lihat. Menurut saya yang paling parah percobaan bunuh diri sih pastinya," ucap Ariel.

Fase-fase yang pernah dilewati Ariel Tatum memang cukup berat. Tapi pada akhirnya seiring waktu berjalan ia memahami bahwa kebahagiaan hanya bisa ditemukan dengan sendirinya yaitu menyayangi diri sendiri. 

"Yang bikin saya survive yakni kesadaran diri sendiriSaya merasa bangga sama diri sendiri, karena punya kesadaran diri yang cukup tinggi," kata perempuan kelahiran Jakarta, 8 November 1996 itu.

BACA JUGA: Cek FILM & MUSIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini


Editor: ThomasRizal


Berita Terkait