Satgas COVID-19 Ajak Masyarakat Patuhi 3T Demi Percepatan Penyembuhan | Cek&Ricek
Foto: Kasubbid Tracing Satgas COVID-19 dr. Kusmedi Priharto (BNPB)

Satgas COVID-19 Ajak Masyarakat Patuhi 3T Demi Percepatan Penyembuhan

Ceknricek.com -- Peran serta masyarakat dalam mematuhi aturan 3T testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) sangat membantu dalam mempercepat dan penanganan COVID-19.

Kepala Sub Bidang Tracing Satgas COVID-19 dr Kusmedi Priharto dalam webinar media center Satgas di Graha BNPB Jakarta, Selasa, (24/11/20) menyatakan kepatuhan masyarakat melakukan 3T membantu upaya penanganan pasien corona.

“Kita berharap bahwa kalau mereka ditemukan dalam kondisi masih awal, tidak berat, maka penyembuhannya jauh mudah dan efektif, efisien,” katanya.

Dokter Kusmedi lebih lanjut mengungkapkan dirinya memahami bahwa masyarakat mungkin sudah bosan dengan kondisi pandemi yang mengharuskan mereka untuk membatasi kegiatan di luar rumah sehingga ketika ada libur panjang banyak yang berekreasi, makan di restoran dan kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan orang banyak. Dari kerumunan itulah sangat mungkin terjadinya penularan COVID-19. Maka dari itu, ia mengimbau masyarakat bersabar dan menahan diri serta tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak sebab pandemi belum berakhir.

Klik video untuk tahu lebih banyak - SOSIALISASI 3M DARI EKO PATRIO

Dalam catatan Satgas COVID-19, libur panjang akhir Oktober lalu menyebabkan hunian tempat tidur rumah sakit menjadi sangat tinggi akibat tingginya jumlah kasus positif COVID-19.

Atas dasar itu, Satgas COVID-19 mendorong masyarakat untuk membuka diri dalam pelaksanaan 3T yaitu dengan memeriksakan diri ketika merasa bergejala atau setelah melakukan perjalanan dari zona merah dan mungkin juga terlibat kontak erat dengan orang yang sudah dinyatakan positif COVID-19.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan memberikan informasi yang benar kepada petugas kesehatan yang melakukan penelusuran kontak (pelacakan) terhadap orang yang menjalin kontak kerat dengan pasien corona. Masyarakat diminta segera melakukan isolasi mandiri jika terinfeksi COVID-19 tanpa gejala.

“Jadi kalau dia positif, dia harus dikarantina atau diisolasi, bisa isolasi mandiri, bisa isolasi yang disediakan pemerintah kalau tidak bergejala. Tapi kalau dia bergejala dan gejalanya cukup berat, maka harus dibawa ke rumah sakit,” ucap Kusmedi.

Semakin cepat orang-orang yang terinfeksi COVID-19 ditemukan maka semakin cepat pula penanganan yang dapat diberikan sehingga upaya memutus rantai penyebaran corona bisa dieksekusi.

“Kita mencoba menemukan orang-orang ini dalam posisi dia masih sakit dengan kondisi yang ringan gejalanya agar kemudian bisa disembuhkan dengan sempurna,” jelasnya.

Semakin cepat ditangani, kemungkinan untuk tidak menggunakan obat makin besar, cukup dengan istirahat yang bagus, meningkatkan daya tahan tubuhnya dengan melakukan olahraga atau minum obat-obatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca juga: Satgas Covid-19 Minta Provinsi dengan Kasus Tertinggi Lakukan Evaluasi 3T

Baca juga: Satgas COVID-19: Dari Survei, 3T Dijamin 100 Persen Cegah Penularan


Editor: Ariful Hakim


Berita Terkait