Selandia Baru - Australia Kembali "Berhubungan" | Cek&Ricek
Sumber: dok. Dominion Post

Selandia Baru - Australia Kembali "Berhubungan"

Ceknricek.com -- Perjalanan bebas karantina dua arah (two way travel bubble) Selandia Baru-Australia mulai berlaku Senin, 19 April 2021 mulai pukul 00.00 waktu Selandia Baru. Pembukaan travel bubble ini disambut hangat masyarakat Selandia Baru dan hari pertama implementasi mendapatkan perhatian luas dari media. Kemkes Selandia Baru menyampaikan informasi teknis pemberlakuan perjalanan ini di laman health.govt.nz dan masyarakat yang memanfaatkan perjalanan ini harus mengikuti ketentuan yang ada. Perjalanan bebas karantina ini  merupakan langkah kedua negara untuk menyatukan kembali  keluarga yang telah terpisah, hubungan bisnis, serta people-to-people contact antara Selandia Baru-Australia yan terputus akibat pandemi Covid-19. Travel bubble ini diikuti pula dengan pengumuman Menteri Imigrasi  Selandia Baru bahwa perbatasan dibuka kembali untuk keluarga dari pemegang visa kerja/belajar yang terpisah karena penutupan perbatasan tahun 2020 lalu.

Sumber: dok. Dominion Post

Pada hari pertama, bandara Auckland dan Wellington telah menerima pesawat yang masuk dari sejumlah kota di Australia yakni Sydney, Melbourne, Gold Coast dan Brisbane. 59 penerbangan tiba dari Australia mendarat di bandara Wellington, dengan sekitar 400 penerbangan dijadwalkan tiba sampai akhir minggu ini.  Bandara Auckland akan kedatangan 400 penerbangan/minggu, lompatan besar setelah bulan lalu hanya 36 per minggu. Pembukaan ini diharapkan akan mulai memulihkan pariwisata kedua negara. Thn 2019 turis Australia menghabiskan NZ$258 juta di NZ. Dengan 2.4 juta turis/tahun, Australia menyumbang lebih dari 50% total wisatawan ke Selandia Baru.

Pemerintah dan Masyarakat menyambung dengan suka cita

Sejak pagi hari Perdana Menteri Jacinda Ardern bersama warga telah berada di bandara Wellington untuk menyambut para wisatawan dan anggota keluarga dari Australia dan mengunggah post di Instagram pribadinya.  Pelaksanaan Travel Bubble ini dimungkinkan karena penanganan Covid-19 yang begitu baik di kedua negara. Selama beberapa bulan ini tidak terdapat kasus di komunitas, beberapa kasus yang ada terjadi di tempat isolasi/karantina yang dibawa oleh para pendatang dari luar negeri. Selain membuka, Pemerintah Selandia Baru juga melakukan penutupan bagi negara-negara yang tingkat infeksinya tinggi. Pendatang dari India dilarang masuk seiring dengan tsunami covid yang terjadi di negara tersebut beberapa hari ini. Setelah dengan Australia, Selandia Baru akan membuka perbatasan dengan beberapa negara di Pasifik seperti Kepulauan Cook dan Nieu. Pembicaraan dengan Pemerintah Singapura, Korsel, Jepang dan Taiwan tengah berlangsung.

Travel bubble ini akan diawasi dengan ketat oleh kedua pemerintah dan akan dievaluasi bahkan dihentikan jika ternyata menciptakan kasus baru.

*Tantowi Yahya, Dubes RI untuk NZ


Editor: Prasetyo Agung G


Berita Terkait