Soal Cuitan Ozil, Arsenal Pilih Jaga Jarak | Cek&Ricek
Sumber: Getty Images

Soal Cuitan Ozil, Arsenal Pilih Jaga Jarak

Ceknricek.com -- Gelandang Arsenal, Mesut Ozil kembali menuai kontroversi. Setelah performanya musim ini disorot, Ozil malah berkomentar yang menyulut kemarahan para warga China. Arsenal sendiri lebih memilih untuk menjaga jarak dari komentar Ozil yang menjurus kepada politik dan ras itu.

Dalam cuitannya di Twitter melalui akun @MesutOzil1088 pada Jumat (13/12), pukul 02.50, Ozil mengkritisi umat Muslim yang dianggap bungkam terkait masalah yang mendera Kaum Uighur di China. Sekitar 10 juta orang tinggal di Xinjiang dan ada klaim bahwa lebih dari satu juta telah ditahan di kamp-kamp penahanan selama beberapa tahun terakhir.

Sumber: Twitter @MesutOzil1088

“Turkistan Timur, luka berdarah umat, melawan para penganiaya yang berusaha memisahkan mereka dari agama mereka. Mereka membakar Quran mereka. Mereka menutup masjid mereka. Mereka melarang sekolah mereka. Mereka membunuh orang suci mereka. Para lelaki dipaksa masuk ke kamp dan keluarga mereka dipaksa untuk tinggal bersama lelaki Tionghoa. Para wanita dipaksa menikahi pria China,” tulis Ozil.

“Tapi Muslim diam saja. Mereka tidak membuat suara. Mereka telah meninggalkan mereka. Tidakkah mereka tahu bahwa memberikan persetujuan untuk penganiayaan adalah penganiayaan itu sendiri?" tulis Ozil.

Baca Juga: Pernikahan Ozil Dihadiri Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Cuitan ini mendapat beragam tanggapan, termasuk dari warga Xinjiang itu sendiri. Trending topic #Ozil telah dilihat lebih dari 300 juta kali dan beberapa warganet ramai-ramai mengidentifikasi akun Ozil di Weibo.

Sumber: Twitter @MesutOzil1088

"Ozil Tieba" sebagai komunitas penggemar Ozil di China yang beranggotakan 100 ribu orang itu mengumumkan penutupan akun di Weibo beberapa saat setelah pesepakbola yang pernah mengantarkan Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil itu mengunggah kicauan di Twitternya.

“Komentar Ozil telah melukai perasaan rakyat China dan perbuatan tersebut tidak bisa diterima. Sebagai media sepak bola dan warga China, kami sangat mengutuk perbuatan tersebut," tulis dongqiudi.com, salah satu laman berita sepak bola terbesar di China. Sina Sports juga telah mengunggah status di Weibo dengan menyebut pernyataan Ozil telah melukai para penggemarnya di China.

Sekadar informasi, Turkistan Timur seperti yang diklaim Ozil dianggap sebagai alat politik dalam upaya separatisme dan kelompok-kelompok anti-China yang ingin memisahkan diri dari daratan Tiongkok itu. Menurut buku putih yang diterbitkan Kantor Informasi Dewan Pemerintahan China pada Juli 2019 tentang Sejarah Xinjiang, China tidak pernah berkaitan dengan Turkistan Timur dan tidak pernah mengenal negara Turkistan Timur.

Terkait ulah pemainnya, Arsenal sendiri langsung menjaga jarak dan menganggap komentar yang dibuat Ozil adalah pandangan pribadi. Hal ini ditulis Arsenal dari pernyataan yang diunggah di Weibo.

“Mengenai komentar yang dibuat oleh Mesut Ozil di media sosial, Arsenal harus membuat pernyataan yang jelas. Konten yang diterbitkan adalah pendapat pribadi Ozil. Sebagai klub sepak bola, Arsenal selalu berpegang pada prinsip tidak melibatkan dirinya dalam politik, tulis Arsenal seperti dilansir dari The Guardian, Jumat (13/12).

Sumber: DW.com

Ini bukan pertama kalinya Ozil terlibat dalam masalah sosial dan politik. Pada tahun 2018 lalu, dirinya juga memberi dukungan untuk presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang menimbulkan kontroversi dan kritik khususnya terkait foto dirinya bersama Erdogan, yang juga menghadiri pernikahan Ozil Juni lalu.

BACA JUGA: Cek FILM & MUSIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini



Berita Terkait