Usai Libur Lebaran, Pasien Covid di RSPI Sulianti Saroso Melonjak Drastis | Cek&Ricek astra-satu-untuk-indonesia
Sumber: Istimewa

Usai Libur Lebaran, Pasien Covid di RSPI Sulianti Saroso Melonjak Drastis

Ceknricek.com—Lonjakan pasien Covid-19 di RSPU Sulianti Saroso  melonjak drastis usai libur lebaran. Hal itu diakui oleh Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, seperti dikutip dari Antara, Jum’at (18/6/21). Menurut Syahril, peningkatan jumlah pasien COVID-19 yang menjalani perawatan terjadi mulai Mei. Padahal empat bulan sebelumnya mengalami penurunan.

"Jadi betul apa yang disampaikan oleh pemerintah kalau terjadi lonjakan. Kami pun saat ini merasakan adanya lonjakan itu. Di awal tahun, Januari, Februari, Maret, April ini, (keterisian ruangan) kami sudah turun sebetulnya. Mulai Mei sampai sekarang naik lagi," kata Syahril.

Syahril mengungkapkan peningkatan jumlah kasus COVID-19 mulai Mei 2021 seperti kejadian virus itu merebak pada awal dan akhir 2020. Sejak RSPI mulai merawat pasien COVID-19 pertama kali pada 2 Maret 2020, ketika itu dua pasien dengan 11 tempat tidur yang tersedia.

Secara bertahap, fasilitas perawatan pasien COVID-19 di rumah sakit itu terus bertambah hingga sekarang sudah ada 123 tempat tidur, sebanyak 22 tempat tidur di antaranya ruangan Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU).

"RSPI ini kan rumah sakit yang merawat (pasien COVID-19) rujukan ya. Jadi (khusus) kasus (COVID-19) yang sedang dan berat," ujar Syahril.

Kondisi saat ini, dari 22 tempat tidur di ICU, sudah terisi 95 persen atau hanya tinggal satu tempat yang tersisa. Sedangkan 100 tempat tidur di ruang inap biasa mencapai 88 persen tingkat keterisiannya.

Jika ditotal, menurut Syahril, BOR di RSPI sekitar 93 persen, sehingga cukup waspada dan hati-hati terhadap tingkat kebutuhan maupun hunian ruangan perawatan pasien COVID-19.

Guna mengantisipasi hal itu, Syahril mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, masyarakat diminta menyadari adanya lonjakan jumlah kasus COVID-19.

"Masyarakat dengan adanya kondisi seperti ini menjadi disiplin dengan protokol kesehatan (mulai) menjaga jarak, (menggunakan) masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan sebagainya tadi. Jadi betul-betul disiplin supaya jangan sampai menambah kasus lagi," ujar Syahril.

Kedua, untuk pemerintah, Syahril menekankan tracing dengan menindaklanjuti kasus aktif untuk mencari dan memeriksa tes usap terhadap masyarakat yang kontak erat dengan penderita dirawat di rumah sakit.

Ketiga, dengan angka penularan yang melonjak, penting menghindari kepanikan pernah terjadi pada awal masa pandemi.


Editor: Ariful Hakim


Berita Terkait