Ya, Tuhan! Selamatkanlah Garudaku: Peter Gontha Minta Stop Pembayaran Gajinya | Cek&Ricek
Foto: Istimewa

Ya, Tuhan! Selamatkanlah Garudaku: Peter Gontha Minta Stop Pembayaran Gajinya

Ceknricek.com -- Anggota Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia, Peter F Gontha menyayangkan sikap pemerintah dalam mengambil empat opsi langkah penyelamatan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA).

Sebagai komisaris direksi maskapai Garuda, Peter mengungkap direksi belum pernah membahas opsi itu dalam rapat dengan komisaris. Bahkan di mengaku mengetahui hasil opsi tersebut dari pemberitaan media.

“Padahal, keempatnya, sangat fatal bagi nasib Garuda. Saya ini komisaris yang mewakil pemegang saham CT Corp. Bukan komisaris kaleng-kaleng," ujarnya kepada Ceknricek.com  Rabu, (2/6/21).

Diketahui, pemerintah menyebut bakal ada empat opsi yang akan diambil sebagai langkah penyelamatan terhadap maskapai Garuda Indonesia sebagaimana diungkap Juru Bicara Kemenko Marves Jodi Mahardi pada kamis (27/5/21).

Pertama, terus mendukung maskapai Garuda, namun  opsi itu  berisiko meninggalkan Garuda dengan warisan hutang yang besar yang akan membuat situasi menantang pada masa mendatang.

Kedua, menggunakan hukum perlindungan kepailitan untuk merekstrukturisasi Garuda. Dalam hal ini, pemerintah menggunakan proses kepailitan secara legal untuk merekstrukturisasi kewajiban terkait dengan sewa, hutang, dan kontrak kerja.

Ya, Tuhan! Selamatkanlah Garudaku: Peter Gontha Minta Stop Pembayaran Gajinya
Sumber: Istimewa

Ketiga, merekstrukturisasi Garuda dan mendirikan perusahaan maskapai nasional baru. Lewat cara ini Garuda dibiarkan merestrukturisasi dan pada saat bersamaan mulai mendirikan perusahaan maskapai penerbangan domestik baru yang akan mengambil alih sebagian besar rute domestik Garuda dan menjadi maskapai nasional di pasar domestik.

Opsi terakhir adalah Garuda dilikuidasi dan sektor swasta dibiarkan untuk mengisi kekosongannya. Seperti yang sudah dilakukan oleh Malev Hungarian Airlines dan Varig Brazil. Resikonya, Indonesia tak lagi memiliki national flag carrier.

Menyikapi kondisi keuangan maskapai Garuda akibat pandemi Covid-19, Peter bahkan meminta gajinya sebagai komisaris tidak dibayarkan.

Permintaan tersebut disampaikan Peter dalam surat yang ditujukan kepada Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia  hari Rabu, 2 Juni. Dalam surat itu Peter membeberkan juga beberapa alasan penyebab keuangan perseroan semakin kritis.

"Permohonan pemberhentian pembayaran honorarium saya karena perusahaan adalah perusahaan publik dan bersejarah milik kita bersama. Saya  merasa ini perlu saya sampaikan secara terbuka," tulis Peter dalam surat yang diunggah melalui sosial media resminya di instagram, Rabu (2/6/21).

Diketahui, Garuda Indonesia membukukan kerugian hingga US$1,07 miliar pada kuartal III 2020. Angkanya berbanding terbalik dengan posisi kuartal III 2019 yang masih membukukan laba bersih sebesar US$122,42 juta.

Pendapatan perusahaan jeblok dari US$3,54 miliar menjadi US$1,13 miliar. Rinciannya, pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal sebesar US$46,92 juta dan penerbangan berjadwal US$917,28 juta. 

Baca juga: Gobel Dukung Penyelamatan Garuda

Baca juga: Garuda Indonesia Tawarkan Pensiun Dini ke Semua Karyawannya


Editor: Prasetyo Agung G


Berita Terkait