Foto: Al Arabiya

3 Kapal Iran Coba Hadang Kapal Tanker Inggris di Teluk Persia

Ceknricek.com -- Tiga kapal Iran gagal menghalangi perjalanan kapal komersial Inggris melalui Selat Hormuz. Pemerintah Inggris, Kamis (11/7), menyatakan upaya itu menandakan peningkatan ketegangan lebih lanjut atas kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia. 

Dalam pernyataannya pemerintah Inggris mengatakan, kapal-kapal Iran hanya berbalik setelah menerima "peringatan verbal" dari kapal Angkatan Laut Inggris yang menyertai kapal komersial, British Heritage.

"Kami prihatin dengan tindakan ini dan terus mendesak pemerintah Iran untuk mengurangi situasi di kawasan ini," tulis pernyataan tersebut.

Insiden "penghadangan" terjadi, Rabu (10/7), hampir sepekan setelah Marinir Kerajaan Inggris menaiki tanker Iran, Grace 1, di lepas pantai Gibraltar dan menyitanya dengan dugaan bahwa mereka melanggar sanksi dengan mengirim minyak ke Suriah.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, sempat memperingatkan bahwa Inggris akan menghadapi "reaksi" atas penyitaan kapal super Iran. Rouhani seperti dikutip oleh media pemerintah Iran mengatakan bahwa penyitaan itu "kejam dan salah."  Iran sebelumnya telah memanggil duta besar Inggris atas apa yang disebutnya "intersepsi ilegal" kapal.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat beserta sekutunya semakin memanas sejak Washington menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran, dan memangkas ekspor minyak Iran hingga ke level nol. Langkah tersebut sebagai bagian dari kebijakan "tekanan maksimal" untuk membuat Iran menghentikan aksi yang menurutnya mengacaukan keamanan regional.

The New York Times melaporkan, Amerika Serikat telah mengirim ribuan tentara, kapal induk, pembom B-52 berkemampuan nuklir, dan jet tempur canggih ke Timur Tengah. Kondisi itu telah menimbulkan kekhawatiran menjadi konflik yang lebih luas setelah serangan tanker minyak misterius di dekat Selat Hormuz yang dikaitkan dengan Iran. Sebelumnya, pemberontak yang didukung Iran di Yaman di Arab Saudi, dan Iran menjatuhkan drone militer Amerika. 

Sejauh ini, pihak-pihak yang tersisa dalam perjanjian nuklir --Rusia, Cina, Jerman, Prancis, Inggris dan Uni Eropa-- tidak dapat memenuhi permintaan Teheran akan bantuan ekonomi yang cukup untuk mengimbangi sanksi Amerika.



Berita Terkait